Jumat, 06 Desember 2019


Pentingnya Pisang bagi Masyarakat Bali

23 Okt 2019, 03:37 WIBEditor : Gesha

Pisang menjadi komponen wajib dalam ritual keagamaan di Bali | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Denpasar --- Buah menjadi komponen penting dalam kehidupan masyarakat di Pulau Dewata, Bali. Salah satunya adalah pisang yang memang menjadi komponen penting dalam ibadah masyarakat Hindu disana.

"Pisang menjadi jenis buah yang tak bisa terlewat dalam setiap persembahan. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap pasokan pisang begitu tinggi ketika masyarakat Bali merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Pisang juga dianggap sebagai pohon yang keramat dan merupakan perwujudan dari Dewi Kali," beber tour guide asal Denpasar, Ketut kepada tabloidsinartani.com

Pisang merupakan buah yang sangat dihormati umat Hindu di Bali. Pisang dari penuturan orangtua berasal dari kata pi dan sang. Kata "sang" memiliki arti dihormati. Selain itu, pisang memiliki keistimewaan yaitu pohonnya tidak akan mati sebelum berbuah. Jika menebang pohon pisang yang belum berbuah, maka pohon pisang tidak akan mati dan terus tumbuh kembali.

Hal ini menunjukkan bahwa pohon pisang ingin berbuah dan mempersembahkan kekayaan alam kepada bumi sebelum mati. Hampir seluruh masyarakat Bali memiliki tanaman pisang.

Buah pisang wajib ada dalam setiap sesajen baik berukuran kecil atau besar. Karena itulah meskipun tidak dapat menghaturkan banyak buah karena ekonomi, dengan menghaturkan buah pisang saja sudah cukup.

Kebutuhan pisang untuk keperluan upacara keagamaan umat Hindu di Bali setiap tahunnya mencapai 100.000 ton.  Aktivitas keagamaan umat Hindu di Bali tidak bisa dilepaskan dari pertanian dan kegiatan pertanian, sebagai sujud bakti dan ungkapan syukur yang diwujudkan melalui berbagai bentuk upacara keagamaan. Setiap upacara keagamaan dibuat sarana upakara berupa "banten" yakni rangkaian janur yang dikombinasi dengan aneka buah-buahan.

Pemanfaatan Lain

Tak hanya itu, pisang juga menjadi jenis buah yang kerap digunakan sebagai bahan untuk membuat jajanan. Hasil kreasi masyarakat Bali dalam menggunakan pisang sebagai bahan jajanan juga cukup kreatif. Hal ini bisa dibuktikan dengan keberadaan pisang rai ataupun laklak pisang.

Selain itu, batang pohon pisang, utamanya pisang yang masih berusia muda juga begitu bermanfaat bagi masyarakat Bali. Mereka kerap menggunakan batang pohon pisang muda sebagai bahan untuk membuat sayuran yang disebut dengan jukut ares. Seperti halnya pisang sebagai sesajen, jukut ares ini juga kerap hadir saat perayaan upacara keagamaan sebagai sarana penyajian kepada para peserta.

Tak cukup sampai di situ. Pisang yang masih berupa pohon juga punya manfaat besar. Para petani bali kerap menggunakan pisang untuk memagari kebun. Hal ini mereka lakukan karena pisang punya fungsi efektif menghalau hama tanaman.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018