Monday, 30 November 2020


Peneliti : Over Klaim Herbal, Tetap Harus Diteliti Khasiatnya

17 Dec 2019, 15:24 WIBEditor : Gesha

Obat herbal harus diteliti khasiatnya | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Mungkin publik masih ingat viralnya pemberitaan mengenai khasiat Kayu Bajakah dari Kalimantan yang diklaim mampu menyembuhkan kanker payudara. Harga kayu herbal ini pun melejit ke harga Rp 750 ribu per kg dan dijual di pasar online. Namun setelah mereda, kabar kayu tersebut seperti hilang ditelan bumi.

"Contoh lain kenikir yang katanya bisa menumpas sel kanker dalam waktu 16 jam. Lalu ada daun kelor, sekarang kayu bajakah. Over klaim dari tanaman obat seperti ini memang paling cepat menyebar seiring dengan penyebaran informasi melalui media sosial," beber peneliti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Badan Penelitian dan Pengembagan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Yuli Widiastuti.

Padahal, klaim tersebut hanya berupa testimoni 1-2 orang dari 1000 orang yang mungkin sudah mencoba dan merasakan manfaatnya. Berbeda dengan survey rate yang memang sudah dilakukan dalam bentuk penelitian mendalam, misalnya 40?ri 1000 orang. "Misalnya si pengolah obat tradisional, pertama kali yang diobati adalah istrinya, anaknya dan orang terdekat. Dan mungkin sembuh bukan hanya dari khasiat tanaman obat tersebut," tuturnya.

Yuli bersama tim dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional juga sempat datang ke Kalimantan Tengah untuk melihat langsung kayu Bajakah yang dimaksud. "Bajakah yang mana?Tidak jelas. Padahal Kayu Bajakah yang dimaksud adalah istilah untuk semua tanaman yang merambat di hutan. Jadi bisa Bajakah Kuning, Bajakah Palait, Bajakah Palawit dan segala macamnya," tuturnya.

Balitbang Kemenkes sendiri belum bisa menentukan Bajakah mana yang memang memiliki zat aktif untuk anti kanker. "Dari 29 sampel yang kami peroleh dari Kalteng, yang potensial untuk aktivitas anti kanker hanya 1 dan itu pun invitro (khusus) dengan kanker payudara NCN7," tuturnya.

Karena itu, memang perlu ada edukasi literasi digital dan informasi terkait kesehatan agar masyarakat tidak termakan isu (misleading)/overklaim dari tanaman obat yang belum benar khasiatnya. Apalagi, saat seseorang menderita sakit, kondisi psikologisnya sangat labil sehingga mudah percaya terhadap pengobatan yang diklaim bisa menyembuhkan secepatnya dan semurah mungkin. Keadaan inilah yang sering dimanfaatkan orang lain untuk mengeruk keuntungan darinya dengan segala cara. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018