
Kawasan sawah padi beririgasi
TABLOIDSINARTANI.COM - Sejauh mana ketilitian mata Anda, manakah sawah yang sedang melakukan pengisian air untuk penggenangan. Ada lima sawah yang diminta Anda untuk meneliti, yakni sawah nomor 1, 2, 3, 4 dan 5.
Saluran air mengalir tentu saja dari dataran yang lebih tinggi ke yang lebih rendah. Sawah yang semakin dekat dengan mata Anda adalah yang semakin rendah ketinggiannya dari permukaan laut. Itu berarti sawah yang paling tinggi dari permukaan laut adalah sawah nomor 2, lalu disusul sawah nomor 4, sawah nomor 1, sawah nomor 5 dan sawah nomor 3.
Dalam gambar tersebut ada sawah yang padinya sudah menguning, ada sawah yang padinya masih hijau, ada sawah yang mengisi air untuk penggenangan, ada juga sawah yang sedang dibiarkan bera. Coba perhatikan mana dari 5 sawah tersebut yang sedang melakukan penggenangan air?
Tentu saja mata Anda akan tertuju pada sawah nomor 1. Namun sawah ini tidak lagi mengisi air untuk penggenangan, karena kalau kita perhatikan ada dua saluran air yang membuang air yang dimasukkan di sawah nomor 1.
Sawah nomor 2? Tentu bukan lagi menggenangi air, karena sawah tersebut padinya sedang menguning. Petakan sawahnya malah perlu dikeringkan untuk memudahkan panen.
Sawah nomor 3? Nampaknya sawah itu sedang dibiarkan bera, karena tidak ada pembedahan pematang untuk mengalirkan air irigasi ke sawah tersebut.
Sawah nomor 4? Sama dengan sawah nomor 3, tidak ada pembedahan pematang sawahnya untuk mengairi lahan ini. Berarti sawah nomor 4 sedang dibiarkan bera.
Bagaimana dengan sawah nomor 5? Inilah jawabannya. Pada sawah ini terlihat ada air yang dialirkan dan seluruh pematang bagian lainnya ditutup.
Kawasan sawah padi seperti gambar itu, adalah fakta kebanyakan persawahan di Indonesia saat ini. Air tersedia dan petani tergoda untuk menanam sesuai keinginannya, tidak lagi ada jadwal tanam serempak. Bila ini dibiarkan terus berlangsung, maka akan bisa memunculkan serangan hama pengakit juga tikus yang sulit dikendalikan.
Yuk pelihara sawah dan usahatani padi petani kita, gerakkan kembali tanam serampak.