Wednesday, 22 January 2020


OPAL, Manfaatkan Lahan Pekarangan sebagai Sumber Pangan

08 Jan 2020, 16:12 WIBEditor : Yulianto

Pemda Bojonegoro kembangkan OPAL di lahan pekarangan | Sumber Foto:Iskak

Helmy Elisabeth, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro mengatakan, OPAL merupakan salah satu upaya untuk pemanfaatan lahan pekarangan, serta upaya pemenuhan gizi masyarakat baik nabati maupun hewani

TABLOIDSINARTANI.COM, Bojonegoro--Sejak tahun 2019, Kementerian Pertanian mengembangan obor pangan lestari (OPAL). Dengan OPAL diharapkan masing-masing rumah tangga dapat memanfaatkan pekarangan dengan menanam buah-buahan, sayur-sayuran, bahkan memelihara ikan. Hasilnya bisa dikonsumsi sendiri untuk memenuhi gizi keluarga dan sebagai bentuk ketahanan pangan.

Bagi masyarakat di wilayah perdesaan biasanya masih banyak pekarangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk itu bisa dimanfaatkan dengan menanam beraneka macam sayur-sayuran dan buah-buahan.

Baik tanaman semusim atau tahunan, menyesuaikan keadaan pekarangan. Misalnya terung, tomat, sawi, cabai, bunga kol dan lain-lain untuk tanaman semusim. Sedang tanaman tahunan berupa lengkeng, jambu air, jambu biji kristal, srikaya jumbo, buah naga, pepaya calina dan lainya.

Sedangkan bagi warga yang pekaranganya luas bisa mengkombinasikan dengan kolam ikan dan ternak ayam kampung atau kambing. Kotoran hewan baik yang padat atau cair dikumpulkan untuk difermentasi sebagai pupuk organik untuk tanaman. Ini bisa menghemat biaya pembelian pupuk dan sekaligus mempraktikan sistem pertanian terpadu.

Bagaimana dengan masyarakat perkotaan yang luas pekarangan terbatas? Kondisi itu jangan dianggap sebagai kendala. Keadaan ini bisa disiasati dengan tanam sistem hidroponik atau juga tanam buah dalam pot (tabulampot). Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian Bojonegoro yang mengembangkan OPAL di depan lahan kantor dengan sistem hidroponik, tabulampot dan kolam ikan.

Helmy Elisabeth, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro mengatakan, OPAL merupakan salah satu upaya untuk pemanfaatan lahan pekarangan, serta upaya pemenuhan gizi masyarakat baik nabati maupun hewani.Apabila dilakukan secara konsisten dan masif, OPAL bisa sebagai upaya diversifikasi pangan," ujarnya.

Hal senada dikatakan Zaenal Fanani, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta, OPAL sebagai prototipe bahwa pangan tidak harus membeli, tetapi bisa dicukupi sendiri dari pekarangan. Sebagai percontohan kita kembangkan tanaman hidroponik, kolam ikan, dan Tabulampot media tanah," katanya.

Sesuaikan Potensi

Zaenal menambahkan, sistem tanam OPAL menyesuaikan potensi yang ada di masyarakat, bisa tanam langsung di tanah, tabulampot atau hidroponik. Saat ini kita masih menyelesaikan pembuatan kolam ikan. OPAL sengaja kita letakan di depan kantor agar mudah dilihat dan ditiru masyarakat untuk dikembangkan di pekarangan masing-masing," tambahnya.

Sementara itu Indah, salah seorang praktisi hidroponik  mengatakan, hidroponik merupakan sistem bertanam dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media. Seperti diketahui tanaman bisa hidup bila ada nutrisi/unsur hara, air, oksigen, dan sinar matahari.

Kelebihan hidroponik antara lain ramah lingkungan, hemat air, efisiensi tenaga dan waktu, tidak membutuhkan tempat yang luas, pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga, dan tidak mengenal musim," kata Indah yang juga seorang penyuluh pertanian itu.

Tanaman hidroponik yang dikembangkan di depan kantor Disperta memakai 2 sistem, yakni nutrient film technique (NFT) dan deep flow technique (DFT). Kedua sistem ini hampir sama yakni larutan nutrisi diberikan sangat dangkal dan mengalir terus menerus.

Keuntungan sistem ini adalah tercukupinya pasokan air, oksigen dan nutrisi pada akar yang kena. Air digerakkan tenaga listrik dengan pompa air ukuran kecil.  Kelebihannya masih ada genangan air dalam paralon kalau listrik mati dan masih aman. “Media tanam hidroponik bisa memakai arang sekam, rock wool, serbuk serabut kelapa, zeolite, pecahan genteng/batu bata, kerikil, serbuk serat pakis, dan lain-lain,” tuturnya.

Reporter : Iskak Riyanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018