Sunday, 11 April 2021


Cari Tabulampot? Yuk Mampir ke Pusat Promosi Bibit di Ragunan

21 Jan 2020, 10:16 WIBEditor : Yulianto

PPMBT Ragunan | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Bagi masyarakat ibukota, khususnya DKI Jakarta dan sekitarnya kadang bingung mencari bibit jika berniat ingin menghias pekarangan dengan tanaman buah dalam pot (tabulampot). Tak perlu bingung, datang saja ke Pusat Promosi Penangkaran Bibit Tanaman (PPPBT) yang berada di Jalan RM. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.

PPPBT merupakan salah satu Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang berada di bawah naungan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPKP). Lokasi pembibitan yang bersebelahan dengan Pusat Perkemahan Ragunan ini luasnya mencapai 2 hektar (ha). “Pusat promosi penangkaran bibit ragunan ini dibuka untuk umum, mulai pukul 07.00 setiap harinya,” kata Darsim, salah seorang staf Pusat Promosi Penangkaran Bibit Tanaman.

Menurut Darsim, di PPPBT terdapat hampir sebelas ribu macam bibit tanaman. Mulai dari tanaman buah yang diantaranya rambutan, nanas, pisang, manga, papaya dan durian.  Ada juga jenis tanaman hias serta tanaman kayu. ”Bibit tanaman tersebut berasal dari penanaman pembudidayaannya di awasi langsung oleh PPPBT,” ujarnya.

Salah satu pejual bibit tanaman di PPPBT, Edho mengakui, mendapat pengawasan dari pengelola PPPBT dalam menjual bibit tanaman buah. Beberapa diantaranya merupakan bibit bibit unggul atau bibit yang cepat masa panen seperti bibit rambutan dan durian. Namun bibit tanaman unggul yang banyak diminati masyarakat adalah manga harum manis yang tingginya mencapai enam puluh sampai seratus centimeter.

Edho berharap pengawasan terhadap penangkaran bibit tanaman buah sebaiknya diterapkan juga di lingkungan masyarakat, sehingga dapat membantu menyuplai ketersediaan bibti tanaman buah. “Alangkah baiknya jika pemerintah mensosialisasi dan memberikan pengawasan terhadap masyarakat yang ingin membuat bibit sendiri,” katanya.

Edho mengungkapkan, bibit tanaman yang dirinya jual ada yang berasal dari PPPBT yang kemudian dikembangkan sendiri. Namun ada juga dari penangkar bibit tanaman di luar Jakarta, seperti Majalengka, Sukabumi dan Lembang. “Bibit-bibit itu mendapat pengawasan dari PPPBT,” katanya.

Bibit-bibit tersebut kata Edho, diproses dengan berbagai dengan cara, seperti semai, sedling atau cangkok. Bibit tersebut kemudian di okulasi untuk mempercepat proses pembuahan pada tanaman. “Biasanya masa pembuahan berkisar antara satu sampai dua tahun untuk satu kali masa panen,” ungkapnya,

Edho mengatakan, omset yang diproleh dari penjualan bibit buah ini sekitar Rp 250.000-500.000 perhari. Keuntungan dari penjualan ini juga telah dirasakan pedagang lainnya yang menjualkan bibit tanaman di pusat promosi tersebut.

Dalam merawat tanamannya, Edho melakukan penyiraman setiap hari menjelang sore. Kemudian dilanjutakan dengan penyemprotan guna mencegah dari serangan hama. Namun penyemprotan guna mencegah hama dilakukan setiap seminggu sekali.

Jika Anda berniat untuk ke PPPBT, bisa dengan tranportasi Trans Jakarta dan turun di shelter Kementerian Pertanian. Anda langsung menyebrang ke lokasi. Area PPPBT juga bisa menjadi anjang wisata edukasi bagi anak-anak sekolah yang ingin mengenal lebih jauh beragam jenis tanaman.

 

 

Reporter : Windira/Ajeng
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018