Monday, 10 August 2020


Gerakan Go Jakfarm Ajak Warga Ibukota Terlibat di Urban Farming

11 Feb 2020, 11:08 WIBEditor : Clara

Peluncuran Go Jakfarm di Kebun Bibit Kamal Muara | Sumber Foto:Dinas KPKP Jakarta

Tujuan Gerakan Go Jakfarm untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan urban farming di Jakarta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kegiatan pertanian di Ibukota Jakarta semakin sering disosialisasikan khususnya oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.  Gerakan Go Jakfarm, diluncurkan oleh Dinas KPKP pada Jumat (7/2) di Kebun Bibit Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Kebun Bibit Kamal Muara ini ditanami jagung sebanyak 6.250 pohon dan 200 pohon lemon. Selain di Kamal Muara, kegiatan Go Jakfarm ini juga dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan, Jakarta Barat, BPP Ragunan, dan areal kantor Walikota Jakarta Timur (Walkot Farm).

“Banyak yang kami tanam hari ini, di Kamal Muara kami menanam jagung sebanyak 6.250 pohon dan lemon sebanyak 200 pohon, di BPP Kembangan cabai 200 pohon, tomat 150 pohon, dan terung 150 pohon. Tujuan Gerakan Go Jakfarm untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan urban farming di Jakarta,”kata Kepala Dinas KPKP Jakarta, Darjamuni.

Pegawai di lingkungan Dinas KPKP Jakarta juga wajib menanam tanaman seperti sayuran, buah, tanaman obat keluarga (toga) setiap hari Jumat.

“Lahan-lahan kosong, lahan tidur milik pemerintah atau swasta, serta lahan milik masyarakat yang sudah diberikan izin dapat dimanfaatkan untuk ditanami aneka sayuran, buah, dan sebagainya,”ujarnya.

Hal ini dilakukan antara lain di Ciangir, yang berlokasi di wilayah Legok, Banten, serta Pulau Tidung Kecil di gugusan kepulauan Seribu. Lahan milik Pemerintah Provinsi (Pem Prov) DKI Jakarta tersebut walaupun letaknya cukup jauh dari pusat kota, namun tetap terawat dan ditanami aneka tanaman produktif. Pohon melon sebanyak 9000 pohon ditanam di Ciangir, dan 200 pohon yang terdiri dari pohon cabai, terung, dan papaya di Pulau Tidung Kecil.

Tidak hanya dilakukan di lahan milik Peprov Jakarta saja, kegiatan ini dilakukan juga oleh kelompok tani yang mengelola lahan tidru menjadi lahan pertanian. Seperti di PKK Kelurahan Kebayoran Lama Selatan dan Sudin Jakarta Selatan menanam sawi caisim di lahan demplot milik Kelompok Tani Seruni Indah.

Urban Farming di BPP Ragunan dan Kantor Gubernur

Jagung manis dan kedelai, komoditi yang cukup popular di masyarakat dibudidayakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ragunan, Jakarta Selatan. Sebanyak 15 bedengan dengan jumlah 450 lubang tanam, jagung manis ditanam dengan jarak tanam 40 x 60 cm. Sedangkan kedelai, telah ditanam sebanyak 675 lubang tanam di 9 bedengan dengan jarak 20 cm x 40 cm.

Partisipasi warga Jakarta terhadap Urban Farming juga semakin baik. Di kantor Gubernur DKI Jakarta (Balai Kota) Jakarta Pusat, puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Urban Farming Balkot Farm setiap harinya bergiat menanam dan merawat tanaman sayuran hidroponik, tanaman produktif dan biofarmaka / tanaman obat .

Reporter : Indri Hapsari
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018