Saturday, 06 June 2020


Saat #DiRumahAja, Budidaya Kangkung Hidroponik Baskom Yuk !

30 Mar 2020, 13:56 WIBEditor : GESHA

Hidroponik baskom untuk sayuran kangkung | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sudah mati gaya karena #DiRumahAja? Daripada uring-uringan mending lakukan kegiatan yang bermanfaat yuk ! Salah satunya dengan belajar budidaya kangkung secara organik dengan cara yang mudah banget dilakukan. Seperti apa?

Siapa di Indonesia yang tidak kenal dengan kangkung?Di setiap warung makan, restoran, hingga food court pastinya kangkung sangat mudah ditemukan. Kalau untuk dimakan dirumah, biasanya orang-orang cukup membeli sayuran ini di kios sayur bahkan supermarket.

Padahal, tanaman sayuran ini mudah sekali lho untuk dibudidayakan. Anda pun tidak membutuhkan halaman pekarangan yang luas untuk bertanam kangkung. Anda bisa menggunakan cara hidroponik. Tapi kan hidroponik membutuhkan rak-rak hidroponik yang harus besar dan banyak?Tidak juga. Anda cukup menggunakan baskom dan besek plastik. Cukup mudah dan murah kan?

Benih kangkung dapat langsung ditanam dalam media tanam atau bisa juga dengan menyemainya terlebih dahulu. Bila disemai dahulu, biasanya setelah semai akan dipindah ke sistem hidroponik rakit apung. Tapi karena metode yang digunakan adalah hidroponik baskom, maka proses menyemai benih dilakukan secara langsung.

Besek diletakkan di atas baskom dan ingat diameter besek harus sedikit lebih besar. Air dituang hingga menyentuh dasar besek. Gunakan air yang mendekati PPM 0, seperti air buangan AC dan air sumur. Kemudian, benih ditaburkan merata ke dalam besek. Bila lubang-lubang besek lebih besar dari pada benih, bisa ditambahkan tisu pada dasar besek. Taruh di tempat teduh hingga benih berkecambah, kemudian jemur di bawah matahari.

Lalu bagaimana pemberian nutrisi untuk tanaman kangkung ini?Nutrisi yang dibutuhkan oleh kangkung juga tidak berbeda dengan nutrisi kebanyakan tanaman. Jika Anda menggunakan nutrisi hidroponik dari pupuk AB Mix.  Siapkan air sebanyak yang dibutuhkan sesuai dengan tabel pemakaian nutrisi. Biasanya menggunakan perbandingan 1:5:5 dan berlaku kelipatan. Tambahkan stok A dan stok B kemudian aduk hingga tercampur. Air nutrisi siap digunakan untuk berbagai sistem hidroponik. Tambahkan pada baskom sampai menyentuh dasar besek plastik.

Pada saat pemeliharaan, Anda hanya perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi kangkung dan jangan sampai membiarkan kangkung tidak mendapatkan nutrisi dari larutan di bawahnya. Ketika tanaman sudah berumur 2 minggu, konsentrasi larutan akan bertambah. Anda perlu meningkatkan jumlah pupuk yang tadinya 5 ml per 1 liter menjadi 7-9 ml per liter. Ganti larutan nutrisi jika sudah berbau. Begitu seterusnya sampai memasuki masa panen.

Kangkung dapat dipanen setelah berumur 21-25 hari. Cara panennya pun ada dua macam, yaitu dengan mencabut langsung sampai akarnya ikut (mati) atau dengan memotong 2/3 bagian batang atas agar dapat tumbuh kembali. Tanaman kangkung yang tidak segera dipanen akan menimbulkan rasa pahit getir pada batang dan daun tanaman.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018