Thursday, 02 July 2020


Yuk Buat Hand Sanitizer Daun Sirih, Lebih Sehat dan Aman

22 Apr 2020, 10:46 WIBEditor : Yulianto

handsinitizer daun sirih | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLODISINARTANI.COM, Malang---Sejak Covid-19 melanda Indonesia awal Maret 2020, tanaman obat dan rimpang menjadi alternatif  pengobatan yang banyak dicari masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini senada dengan himbauan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi olahan rimpang, tanpa mengabaikan Protokol Kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tanaman rimpang yang dimaksud adalah empon-empon seperti sereh, kunyit, kencur, lengkuas/laos dan temulawak.  Sedangkan tanaman obat yaitu daun sirih, daun kumis kucing, daun sirsat dan berbagai tanaman yang lainnya yang memiliki senyawa yang berkhasiat sebagai obat. Ternyata tanaman obat dan rimpang tidak hanya sebagai obat, namun bisa digunakan sebagai hand sanitizer herbal.

Penggunaan  hand sanitizer memang lebih praktis dibawa-bawa dan digunakan. Hand sanitizer umumnya mengandung alkohol sebagai agen antiseptik. Sebagian ada yang bebas alkohol dengan menggunakan antibiotik yang disebut dengan triclosan.  

Mencuci tangan tanpa dibilas atau lebih dikenal dengan istilah hand sanitizer biasanya dibuat dari bahan baku yang mayoritas produksi pabrik kimia sintetis. Karena itu jika digunakan secara berlebihan dapat mengakibatkan berbagai efek negatif  pada tubuh.

Ada beberapa dampak buruk  hand sanitizer yang mengandung alkohol. Pertama, menurunkan kekebalan tubuh. Selain membunuh mikroba, ternyata bakteri baik ikut berkurang. Jika bakteri baik berkurang pada kulit, maka tubuh akan mudah terserang penyakit. Kedua, penggunaan secara terus menerus mengakibatkan rentan iritasi kulit dan menjadi keriput.

Wabah Covid-19 menyebabkan kebutuhan hand sanitizer meningkat. Keadaan ini memaksa masyarakat untuk memproduksi hand sanitizer sendiri. Lalu apakah hand sanitizer buatan sendiri aman digunakan? Ternyata hand sanitizer bisa dibuat dari bahan herbal yaitu daun sirih dari hasil peneliti UGM.

Daun sirih bisa digunakan sebagai antiseptik untuk membunuh mikrobakteri jahat, termasuk juga virus COVID-19.  Namun penggunaannya tetap memperhatikan dosis dan konsentrasi secara tepat agar tidak menimbulkan resistensi.

Selain lebih alami, daya antiseptiknya juga tidak kalah berkualitas dibandingkan produk pabrik kimia. Penggunaan hand sanitizer herbal yang terbuat dari daun sirih ini disebut dengan piperantis.

Piperantis bukan berarti bisa melawan coronavirus, melainkan dengan gaya hidup sehat yaitu baik makan yang cukup dan bergizi, istirahat yang cukup, serta cuci tangan dengan baik dan benar.

Dengan gaya hidup sehat, akan terbentuk daya tahan tubuh yang baik.  Virus pun enggan masuk ke dalam tubuh. Kalaupun virus masuk, tidak akan menjadi penyakit.

Manfaat lain yang menjadi keunggulan Piperantis karena terbuat dari antiseptik berbahan herbal dan berbasis air, sehingga hand sanitizer ini bisa untuk menyeka luka pada tubuh, misalnya lecet sehabis terjatuh di tanah.

Pertanyaaannya kenapa harus tanaman sirih, karena tanaman ini sudah dimanfaatkan sebagai tanaman obat sejak 400 sebelum masehi. Manfaat daun sirih sebagai penyegar mulut dan pembersih area kewanitaan.

Daun sirih mengandung air sekitar 85 – 90 persen dan dalam 100 gram daun sirih mengandung iodin 3,4 mcg, sodium 1,1 – 4,6 persen, asam nikotinat 0,63 – 0,89 mg, tiamin, niasin, riboflavin, dan karoten yang digunakan untuk penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut sudah menganjurkan ke seluruh UPT Puskesmas untuk mensosialisasikan pembuatan hand sanitizer daun sirih. Anjuran ini dituangkan melalui SE No.448/3880/Dinkes/2020 yang ditandatangani Kepala Dinkes Kabupaten Garut dr. H. Maskut Farid, MM.

 Cara Membuat Handsanitizer Daun Sirih

1. Timbang daun sirih hijau sebanyak 250 gr

2. Iris halus daun sirih dan disimpan menggunakan baskom.

3. Masukkan air panas ke dalam baskom sebanyak 1 liter kemudian didiamkan selama 15 menit.

4. Kukus selama 30 menit dan didinginkan, setelahnya dapat dilakukan penyaringan.

5. Proses pengemasan dengan menggunakan botol yang berukuran 50 cc.

6. Hand sanitizer herbal siap untuk digunakan.

 

 

Reporter : Munanto Haris/ Rivana (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018