Monday, 06 December 2021


Inilah Cara Budidaya Bunga Telang, Si Biru Kaya Manfaat

30 Apr 2020, 05:52 WIBEditor : Gesha

Budidaya bunga telang | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Palangkaraya --- Bunga telang, bunga berwarna biru yang biasa merambat di pagar rumah untuk menghias dan mempercantik pekarangan, ternyata memiliki sejuta manfaat buat kesehatan manusia. Tertarik membudidayakannya?

Melihat kondisi Indonesia sebagai negara tropis ternyata cocok untuk dilakukan budidaya bunga telang. Selain berfungsi sebagai penghias pekarangan, bermanfaat untuk kesehatan, pewarna alami, tanaman bunga telang dapat digunakan juga sebagai pakan ternak. Dimana hasil kotoran ternak dapat dimanfaatkan juga sebagai pupuk organik bagi pertumbuhan tanaman bunga telang.

Hasil bunga telang dapat juga dijual yang tentunya dapat menambah pundi-pundi keuangan bagi masyarakat. Suatu integrasi sederhana yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan beragam manfaat yang diperoleh dari tanaman bunga telang, sudah selayaknya kita menanam si biru ini di pekarangan rumah kita. 

Cara menanam bunga telang dapat dilakukan dengan metode termudah, yaitu dengan menabur biji. Biji disemai atau langsung disebar ke lahan yang akan digunakan untuk pertanaman bunga telang.

Dalam proses pertumbuhan ini sebaiknya menjaga tanah agar jangan sampai kekeringan. Sekitar 5 hari akan muncul perkecambahan. Bunga telang ini cepat sekali tumbuh, asalkan rajin untuk menyiraminya.

Bunga telang dapat beradaptasi dengan baik pada kisaran tanah berpasir maupun tanah liat, tahan terhadap kekeringan, salinitas dan mampu berkompetisi dengan baik terhadap gulma.

Selain sebagi tanaman hias, bunga telang dapat juga digunakan sebagai tanaman penyubur dan penutup tanah dimana dapat menutup tanah dengan baik pada umur 4 – 6 minggu setelah tanam.

Bunga telang merupakan tanaman leguminosa yang berasal dari suku polong-polongan (Fabiaceae), dimana cirinya adalah punya bintil akar yang dapat menyuburkan tanah. Bintil akar mengandung bakteri rhizobium yang dapat mengikat nitrogen bebas di udara, lalu melepasnya ke tanah, sehingga tanah tersebut dapat mengandung nitrogen dan menjadi subur.

Bunga telang dapat menghasilkan biji pada umur 110-150 hari.hasil dari biji bunga telang bervariasi tergantung pada musim, apabila musim kemarau akan menghasilkan produksi biji yang lebih tinggi dibandingkan dengan musim penghujan.

Pertumbuhan bunga telang terbaik di bawah sinar matahari penuh. Habitat bunga telang adalah tumbuhan tropika dataran rendah lembab dan agak lembab. Bunga telang juga dapat ditanam di pot atau di polybag, sehingga bisa dikembangkan baik diperdesaan yang mempunyai lahan luas mapun di perkotaan yang mempunyai lahan sempit. 

Manfaat Bunga Telang

Bunga telang dalam bahasa inggris disebut sebagai Butterfly pea, karena bentuknya yang menyerupai kupu-kupu memiliki nama latin Clitoria ternatea. Bunga ini diyakini berasal dari Amerika Selatan bagian tengah yang menyebar ke daerah tropik sejak abad 19, terutama ke Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri beragam nama untuk penyebutan bunga telang. Di daerah Sumatera disebut bunga biru, bunga kelentit, bunga telang; sedangkan di Jawa disebut kembang teleng atau menteleng. Di Betawi/Jakarta disebut dengan teleng. Sedangkan di daerah Sulawesi disebut bunga talang, taman lareng, dan di Maluku disebut bisi, atau seyamagulele.

Bunga telang ini oleh masyarakat digunakan sebagai pewarna alami makanan dan minuman. Di negara Malaysia, ekstrak bunganya digunakan untuk mewarnai nasi kerabu, sejenis nasi uduk yang berwarna biru dan juga ketan yang biasa disebut pulut tekan atau pulut tai. Sedangkan di Thailand digunakan sebagai pewarna minuman dengan nama Nam Dok Anchan, biasanya disajikan dengan perasan jeruk lemon.

Sedangkan di India sekitar daerah Kerala, dan di negara Filipina, bunga telang ini dikonsumsi sebagai sayuran. Penggunaan bunga telang sebagai pewarna makanan dan minuman ini dikarenakan kandungan senyawa antosianin jenis delphinidin glikosida yang terdapat pada bunga telang yang berwarna biru.

Antosianin adalah zat warna alami yang bersifat sebagai antioksidan yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. Di beberapa tempat di Indonesia bunga telang digunakan sebagai pewarna alami untuk nasi, es lilin, es krim, cendol dan pewarna minuman. 

 

Tidak hanya untuk mempercantik pekarangan dan sebagai pewarna makanan, ternyata bunga telang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Dilihat dari tinjauan fitokimia, bunga telang memiliki sejumlah bahan aktif yang memiliki potensi farmakologi.

Potensi farmakologi bunga telang antara lain adalah sebagai antioksidan, antibakteri, anti inflamasi dan analgesik, antiparasit dan antisida, antidiabetes, antikanker, antihistamin, immunomodulator, obat diabetes, menyembuhkan radang pada mata, pengobatan mata, anti-depresant, kesehatan hati dan potensi berperan dalam susunan syaraf pusat, Central Nervous System (CNS). 

Di negara India, pada metode pengobatan ayurveda, akar kembang telang lebih sering digunakan secara luas. Akarnya ini memiliki rasa yang pahit, tapi dapat memberikan efek dingin, pencahar, tonik, dan biasanya digunakan untuk pengobatan dementia, bronkitis, TBC paru, asma, peradangan, demam, dan rasa terbakar.

Selain untuk kesehatan manusia, ternyata batang dan daun bunga telang ini baik untuk hewan ternak. Hal ini dikemukan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Endang Sutedi, peneliti dari Balai Penelitian Ternak Bogor yang menyimpulkan bahwa bunga telang dapat berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak jenis ruminansia karena tanaman bunga telang mengandung mengandung protein berkisar 21-29%, energi kasar 18,6 MJ/kg, kecernaan bahan organik 69,7%, kecernaan energi 66,6?n energi termetabolis pada ruminan 12,4 MJ/kg.

Sedangkan kandungan protein kasar, lemak kasar dan gula pada biji masing masing adalah 25-38, 10 dan 5%. Sehingga tanaman ini berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak ruminansia. Tanaman kembang telang dapat diberikan ke ternak berupa hijauan segar, hay ataupun campuran di dalam konsentrat.

Reporter : Astri Anto
Sumber : BPTP Kalteng
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018