Tuesday, 07 July 2020


Jamu, Gaya Hidup Baru di Masa New Normal

27 May 2020, 13:41 WIBEditor : Gesha

Minum jamu jadi gaya hidup baru new normal | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Gaya hidup masyarakat di masa new normal mendatang bisa dipastikan berubah. Tak hanya serba digital, konsumsi sehari-hari pun bisa berubah. Bahkan tidak mungkin konsumsi jamu bisa menjadi gaya hidup baru, selayaknya meminum espresso setiap hari.

"Mungkin bisa jadi bisnis juga. Ke depan, jamu is the new espresso. Bahkan saya yakin, jamu bisa menyaingi kopi di masa sekarang ini," ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mantap.

Diakui Ridwan Kamil, COVID 19 ini memaksa semua lapisan untuk bergerak beradaptasi menuju kenormalan baru. "Dari yang sebelumnya tidak pernah konsumsi jamu misalkan, menjadi lebih sering konsumsi jamu, untuk menjaga kesehatan tubuh mereka," beber Ridwan Kamil.

Ridwan menjelaskan beberapa contoh yang ramuan jamu atau herbal yang biasa dikonsumsi masyarakat Jawa Barat secara turun temurun. Misalnya, kunyit, jahe, kapulaga, cengkih, dan kayu secang ditambah pemanis dari gula merah. Konsumsi jamu tersebut disebutkannya bermanfaat untuk menaikkan imun. 

Pernyataan Ridwan Kamil ini sejalan dengan survey yang dilakukan Inventure Knowledge yang memetakan perilaku konsumen selama hingga pasca COVID 19 ini. "Di awal kasus, masyarakat panik dan langsung menyerbu supermarket dan apotek untuk mencari hand sanitizer, suplemen vitamin dan disinfektan. Namun disaat para ahli mengemukakan bahan dasar jamu dapat menangkal virus COVID 19, jamu dan herbal lainnya langsung laris di pasar," tulis Managing Partner Inventure Knowledge, Yuswohady dalam Consumer Behaviour New Normal After COVID 19 : The 30 Prediction.

Sehingga wabah COVID 19 menjadikan jamu sebagai new lifestyle (gaya hidup baru). "Kita menyebutnya jamu is new espresso. Konsumen secara perlahan meninggalkan kebiasaan minum kopi dan mulai rajin minum jamu," bebernya.

Jika dahulu minum jamu hanya dilakukan masyarakat di pedesaan, justru kini minum jamu menjadi trend baru di masyarakat perkotaan. Apalagi gerakan minum jamu ini juga di-endorse langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. 

"Bisa dikatakan, trend minum jamu akan menjadi gaya hidup new normal. Bahkan bukan tidak mungkin akan bermunculan kedai jamu kekinian seperti Acaraki di Jakarta. Sehingga bukan tidak mungkin nantinya orang nongkrong atau ngafe jamu menjadi bagian dari gaya hidup mengisi waktu luang (leisure)," tuturnya

Perkuat Imunitas

Jamu yang terdiri dari tanaman-tanaman obat kaya akan vitamin, mineral, dan zat-zat aktif memang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Kandungan itu dikatakan mampu mengaktifkan imunitas tubuh demi menangkal infeksi virus.

 "Secara kasat mata, saat COVID ini, empon-empon, wedang uwuh, jahe merah menjadi naik daun. Tanaman herbal ini menjadi trend bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan," ungkap Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Padjajaran (Unpad), Dr. Hj Jenny Ratna Suminar, M.Si.

Bahkan dari survey yang dilakukan UNPAD, sebanyak 69 persen masyarakat mengaku masih akan tetap mengkonsumsi ramuan herbal. "Sisanya masih ragu, asalkan informasi ramuan herbal jelas dari dosis hingga khasiatnya," tuturnya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Ina Rosalina Sp A (K) M.Kes MH.Kes menuturkan bahwa penggunaan ramuan herbal selama Pandemi COVID 19 ini bukanlah menyembuhkan tubuh. "Tetapi lebih menjaga kesehatan tubuh dengan meningkatkan imunitas," tuturnya.

dr. Ina menjelaskan dengan mengkonsumsi ramuan herbal, bisa merevitalisasi fungsi tubuh agar bekerja secara optimal, sehingga tubuh bisa beradaptasi dengan lebih baik.

"Daya tahan tubuh adalah kemampuan fisik untuk menangkal semua jenis kuman (bakteri maupun virus) yang masuk ke dalam tubuh. Bila daya tahan tubuh baik, maka tubuh akan sehat. Sebaliknya bila daya tahan tubuh menurun, kuman bisa mudah masuk sehingga tubuh mudah terserang penyakit," bebernya.

Dirinya mencontohkan, penyakit hanya bisa disembuhkan dengan obat medis, sedangkan ramuan herbal sendiri berguna untuk merevitalisasi sel untuk tubuh. "Ini penting, sehingga harus diminum terus menerus untuk mengaktifkan sel tubuh agar berfungsi optimal. Tanaman herbal tersebut menjadi imunomodulator yang merangsang sistem imun," jelasnya.

Fungsi dari imunomodulator sangat penting dalam mencegah infeksi virus, utamanya selama masa Pandemi COVID 19 ini. "Tanaman obat herbal kita memiliki sifat ini. Contohnya mengkudu, jahe, meniran, sambiloto, nimba, temu ireng, hingga temulawak. Tanaman yang mengandung flavonoid, kurkumin, limonoid, vitamin C, vitamin E dan katekin," tambahnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018