Kamis, 30 Mei 2024


Mengandung Antioksidan, Inilah Manfaat Minum Teh

03 Jun 2020, 11:39 WIBEditor : Yulianto

Minum teh putih, khasiatnya luar biasa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung---Banyak yang salah persepsi terhadap minuman karena teh bisa menyebabkan penyakit ginjal. Justru manfaat minum teh sangat besar bagi kesehatan.

Demikian diungkapkan Peneliti Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Bandung, Jawa Barat, Rohayati Suprihatini. Oha begitu Rohayati disapa mengatakan, teh mengandung bahan aktif yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, terutama antioksidan berupa katekin (catechin) sekitar 10-13 persen dari berat kering. Sementara kandungan katekin produk teh Indonesia rata-rata mencapai 17,1 persen.

Separuh dari total antioksidan katekin tersebut berupa EGCG/Epigallocatechin-3-gallate. Beberapa manfaat kesehatan dari katekin diantaranya sebagai anti-oksidatif, kardioprotektif (senyawa pangan yang melindungi jantung dari berbagai tekanan degeneratif), anti-mutagenik (anti-mutasi gen), anti kanker/proliferasi, anti-hiperkolesterolemia (anti-kolesterol tinggi), anti-hiperglikemik (anti-kadar gula tinggi), mengurangi lemak, anti-hipertensi, anti-maag, anti bakteri, memodulasi usus , antivirus, dan anti-karies. 

Manfaat teh sebagai anti proliferasi/anti kanker telah banyak diteliti dari berbagai negara.  Beberapa jenis teh yang populer sebagai sumber antioksidan dikalangan penikmat teh antara lain yaitu black tea (teh hitam), oolong tea, dan green tea. “Sebenarnya masih ada white tea (teh putih) yang dikenal di dunia sebagai “rajanya” antioksidan,” kata Oha.

Menurutnya, white tea belum banyak yang mencoba. Sebab, teh jenis ini termasuk istimewa dan harganya relatif mahal. White tea ini diambil dari daun teh termuda yang masih “menggulung” (belum terbuka) di bagian pucuk pohon teh, lalu diproses pada suhu rendah di bawah 60o C, sehingga kandungan antioksidannya tidak rusak.

Daun teh termuda yang biasa disebut peko ini mengandung antioksidan tertinggi dibanding daun-daun di bawahnya,” katanya. Daun Peko biasanya diselimuti bulu-bulu halus yang setelah daun dikeringkan akan berubah warna menjadi putih keperakan. Bentuknya lurus serta tajam, sehingga sering juga disebut dengan istilah silver needle atau jarum perak.

Kekuatan antioksidan dalam menangkap radikal bebas penyebab kanker dapat diketahui lewat uji kadar antioksidan melalui analisis DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazil-hydrate).  Data rata-rata aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dari indikator IC50 (The half maximal inhibitory concentration) adalah 33,75 ppm. 

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dari teh Indonesia ini sangat tinggi/very  strong. Sebab,  IC50-nya  kurang dari  50  ppm (antioksidan sangat kuat)  untuk  menangkap  radikal  bebas  dalam tubuh kita yang dapat menyebabkan kanker. 

Hasil penelitan kami bersama Prof. Irmanida Batubara dan Prof. Suminar serta Dr. Silmi Mariya dari Pusat Studi Biofarmaka Tropika, IPB, menunjukkan teh Indonesia sangat efektif sebagai antiproliferasi atau senyawa penghambatan perkembangan sel-sel kanker,” tutur Oha.

Hasil percobaan kami secara invitro (di laboratorium) pada sel kanker usus manusia (HCT116) dan pada sel kanker payudara manusia (MCF-7) menunjukkan, pemberian antioksidan teh berupa EGCG pada dosis 50-300 ppm pada sel, mampu menghambat (meng-inhibisi) pertumbuhan sel-sel kanker usus HCT116 pada manusia hingga 98 persen (nilai inhibisi = 98 perrsen). 

Perlu diketahui bahwa dalam 1 cangkir teh Indonesia rata-rata mengandung 300 ppm EGCG.  Demikian pula, hasil percobaan pada sel-sel kanker payudara manusia MCF-7, ternyata EGCG pada teh Indonesia mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker MCF-7 tersebut secara efektif  hingga 87 persen (nilai inhibisi = 87%) pada dosis 300 ppm EGCG.   

Selain katekin, pada teh juga mengandung kafein yang dosisnya pas untuk kebutuhan tubuh yaitu sebesar 3-4 persen dari berat kering. Manfaat dari kafein ini adalah untuk menghilangkan kelelahan dan perasaan mengantuk serta untuk diuretik (penambah kecepatan pembentukan urin),” tutur Oha.

Jadi menurut Oha, perlu diluruskan persepsi pada masyarakat bahwa teh akan menghambat fungsi ginjal dengan kerak-keraknya. Sebab, faktanya pada teh mengandung kafein yang dapat memperlancar air seni yang justru mengurangi sumbatan.

Pada teh terutama teh hijau juga mengandung Vitamin C sebesar 150-250 mg per 100 gram berat kering  yang berfungsi untuk mengurangi stress dan mencegah flu.  Juga mengandung γ-amino butyric acid 0,1 ~ 0,2 persen sebagai anti-hipertensi.  Vitamin E 25 - 70 mg per 100 gram berat kering sebagai anti-oksidatif dan menghambat penuaan. 

 

Reporter : Gayatri K.R
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018