Thursday, 09 July 2020


Kuliner Ikan Manyung yang Lezat dan Aneh

28 Jun 2020, 13:40 WIBEditor : Ahmad Soim

Menu Ikan Manyung. Lezat | Sumber Foto:Memed Gunawan

Oleh Dr. Memed Gunawan

 

TABLOIDSINARTANI.COM – Siapa yang tidak mengenal ikan asin Jambal Roti legendaris ini? Harganya pun mahal, tidak kurang dari Rp 300 ribu per kg untuk kualitas premium.

Kepalanya? Tidak berharga, karena selain bentuknya aneh, daging macam apa yang diharapkan dari bagian tubuh yang terdiri dari konstruksi tulang yang keras ini? Maka kepalanya dibuang begitu saja menjadi limbah. Dulu di Brebes Jawa Tengah tulang ikan plus kepalanya itu digiling sebagai campuran makanan itik agar telurnya berkulit keras dan isinya berkualitas tinggi.

Di tangan mereka yang penuh kreasi,  bagian ikan yang mengerikan ini diubah menjadi santapan, yang ternyata lezat dan bahkan kemudian menjadi terkenal, khususnya di pantai utara Jawa. Maka ikan Manyung, yang hidupnya tersebar luas di tiga wilayah tropis dunia, yaitu Atlantik Tengah, Laut Merah, dan Samudera Hindia hingga ke Indonesia dan laut di negara-negara sekitarnya itu, jadi lebih terkenal di meja makan.

Ikan kuliner yang aneh. Badannya menjadi Ikan Jambal Roti, kepalanya jadi Ikan Manyung. Istimewa memang, mana ada mahluk hidup lain yang badan dan kepalanya mempunyai nama yang berbeda?

Kalau melihat fisik ikan Manyung yang kekar, dengan kepala manyun dan berkumis, maka teringat tokoh pewayangan yang bernama Satyaki, pendekar berperawakan kekar, lincah, cekatan dan sakti  yang membantu Sri Kresna. Tentu saja ikan ini tidak sakti tapi dagingnya yang berotot tanda banyak bergerak, setelah diproses menjadi ikan asin menjadi empuk, merekah ketika kering, karakteristik bahan makanan yang pas luar dalam untuk tampil di meja makan. Namanya ikan Jambal Roti.

Ikan Manyung adalah ikan laut yang termasuk anggota bangsa ikan berkumis (Siluriformes), famili Ariidae. Kumisnya bukan sebagai aksesoris seperti halnya Tom Selleck atau Saddam Hussein presiden yang bernasib naas itu. Kumis itu berfungsi sebagai indera peraba (bayangkan kalau kumis manusia berfungsi sebagai indera peraba). Ikan Manyung yang populer sebagai penghasil ikan asin adalah N. thalassinus. Mungkin dari kelompok ikan berkumis ini, ikan Manyung yang sudah diasin termasuk yang paling mahal jika dibandingkan dengan ikan lele atau ikan patin walaupun ikan patin yang diimpor dari Vietnam sudah berganti nama menjadi lebih seksi: ikan Dory.

Disantap sampai habis dagingnya. Ikan manyung yang tinggal tulangnya. (Photo: Memed Gunawan)

Persebaran ikan Manyung di Indonesia meliputi perairan laut barat Sumatera Selatan, Selat Malaka, timur Sumatera, utara Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, selatan dan barat Kalimantan, selatan Sulawesi, utara Sulawesi, Maluku dan Papua. Secara umum, ikan Manyung banyak ditemukan di pantai yang memiliki muara sungai (estuari), pada kedalaman 20-100 m. Mudah-mudahan setelah stok populasi ikan meningkat sebagai dampak positif kebijakan Menteri Perikanan Susi Pujiastuti, ikan Manyung akan lebih mudah tersedia di pasar, dan penikmat ikan Jambal Roti maupun sup Ikan Manyung semakin mudah memperolehnya dengan harga yang semakin  terjangkau.

 

Reporter :
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018