Wednesday, 30 September 2020


Nikmatnya Kripik Bayam Brazil ala Emak-emak Kota Makassar

02 Sep 2020, 09:11 WIBEditor : Yulianto

Ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Dewa Kembar sedang membuat kripik bayam Brazil | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar---Pemerintah kembali menggaungkan program diversifikasi pangan.  Kaum emak-emak di Kota Makassar yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewa Kembar punya cara sendiri dalam menggerakkan kegiatan diversifikasi pangan tersebut.

Mereka menanam bayam Brazil di kebun KWT yang berada di Kelurahan Tamalabba Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Ketua KWT Dewa Kembar, Suharni mengatakan, alasan menanam bayam Brazil karena sangat mudah tumbuh dan tidak memerlukan pemeliharaan yang ekstra. Karena bayam ini termasuk sayuran yang baru di kalangan masyarakat,  sehingga jarang menjadi menu sayuran dalam keluarga.

“Tanaman bayam Brazil bisa tumbuh dengan subur tanpa pemeliharaan yang ekstra. Tapi ibu-ibu kurang berminat memetik untuk dijadikan menu sayuran dalam keluarga. Pedagang sayur juga tidak berminat membeli karena konsumennya tidak terbiasa,” tutur Suharni.

Melihat kondisi ini, Suharni berinovasi mengolah bayam Brazil ini menjadi keripik. Menurutnya, ide ini muncul setelah mendapat penjelasan dari penyuluh pertanian pendamping di Kelurahan Tamalabba mengenai olahan pangan, khususnya kripik bayam.

“Dari materi penyuluhan yang pernah kami dapatkan, membuka pikiran kami untuk mencoba mengolah bayam Brazil ini menjadi kripik. Karena nilai gizinya yang cukup tinggi dan bisa menambah imunitas tubuh dalam masa pendemi Covid-19 ini,” tutur Suharni.

Ia menjelaksan, pada awal pembuatan kripik KWT Dewa Kembar hanya menggunakan 1–2 kg bayam Brazil. Kini produksi kripik semakin meningkat sejalan dengan permintaan konsumen. Produksinya sudah mencapai 50 kg bayam brazil yang diolah menjadi kripik dalam 1 kali pengolahan.

Kripik bayam Brazil dikemas  dengan harga Rp 15.000 dengan berat 75 gram. Dengan kegiatan ini kami bisa menambah pendapatan ibu-ibu anggota kelompok wanita tani,” lanjut Suharni.

Perlu diketahui Bayam Brazil (Althernanthera sissoo) adalah spesies tanaman sayuran dalam famili Amaranthaceae yang berasal dari Brazil dan Amerika Selatan. Jenis bayam ini memang belum lazim dikonsumsi masyarakat, sehingga jarang dilirik untuk menjadi sayuran dalam menu makanan sehari-hari. Karena mudah tumbuh, budidaya bayam Brazil ini pun sangat mudah banyak, bahkan mengandung khasiat kesehatan.

Di Brazil sendiri cara mengonsumsinya  secara mentah bersama tomat, bawang putih dan cuka. Bayam Brazil ini banyak manfaatnya karena nutrisi dalam 100 gr mengandung   B-karoten (4-8 mg), Vitamin C (60-120 mg), Ferum (Fe) (4-9 mg), Kalsium (300-450 mg), Asam folat dan serat (20-30 persen).

Keberhasilan KWT Dewa Kembar tak lepas dari bimbingan penyuluh pertanian di Kecamatan Ujung Tanah yakni Andi Kahfiani dan Nurma. Kegiatan kalangan penyuluh itu sejalan himbauan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) .

“Dalam menghadapi wabah Covid-19, pertanian tidak berhenti dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional serta meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia agar lebih baik.  Sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional," tutur SYL

Bahkan  Menteri Pertanian juga telah mengkampanyekan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal pada Hari Krida Pertanian pada 28 Juni 2020. Slogannya, indah dan bahagia dengan pangan lokal dalam rangka upaya mendorong ketersedian dan konsumsi pangan yang seragam, berimbang dan aman agar ketahanan pangan tetap kokoh dan tangguh.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, pangan adalah masalah yang sangat utama. 

“Masalah pangan adalah masalah hidup matinya suatu bangsa. Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya. Banyak yang bisa dikerjakan untuk menaikkan nilai pertanian, khususnya pasca panen,” tegas Dedi.

Reporter : Andi Kahfiani/Yeniarta (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018