Wednesday, 30 September 2020


KWT Mandiri, Mandiri Pangan di Tengah Keterbatasan Air

03 Sep 2020, 16:57 WIBEditor : Yulianto

KWT Mandiri, Kupang, Bondowoso mandiri pangan di tengah keterbatasan air | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso---Banyak upaya yang telah pemerintah khususnya Kementerian Pertanian lakukan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat dan menjamin stok pangan aman, apalagi ditengah masa transisi pandemi Covid 19.  Salah satunya Program Pekarangan Pangan Lestari atau biasa disebut P2L melalui Badan Ketahanan Pangan Kementan.

Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso membudidayakan berbagai tanaman sayur dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah yang selama ini kurang produktif.

Selain itu juga pembuatan demplot sebagai wahana belajar bersama para anggota KWT Mandiri dan referensi lapangan bagi masyarakat sekitar Desa Kupang. Kegiatan tersebut manfaatnya cukup besar bagi keluarga tani, karena dapat meningkatkan ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan bagi keluarga petani.

Desa Kupang di Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur sebenarnya memiliki permasalahan debit air atau kekeringan di lahan pertanian. Sehingga gangguan terhadap ketahan pangan masyarakat sangat perlu mendapat perhatian.

Hardianto, Penyuluh Pendamping KWT Mandiri mengatakan, hadirnya pemerintah pusat menjadikan suntikan motivasi tersediri bagi kelompok untuk terus eksis menjaga ketahanan pangan desa. Selain itu dukungan Kostratani juga sangat membantu suksesnya program P2L ini.

Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso sangat mengapresiasi program P2L bagi yang dikelola KWT Mandiri. Untuk memperlancar kegiatan tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Congkrong, Kecamatan Curahdami dalam mendukung program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) juga turut membantu suksesnya program P2L.

“Kegiatan ini tolong dipertahankan untuk tetap eksis karena akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mengurangi cost harian petani dan ketersediaan pangan berbasis lokal bagi masyarakat,” pesan Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Yasid Taufik yang mengunjungi KWT Mandiri. Dalam kesempatan itu Yasid didampingi tim dari Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Jawa Timur.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesmepatan mengatakan, tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya. Untuk itu, saya mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di situasi pandemi Covid-19. Dengan sehat kita bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya," ujar Mentan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kostratani menjadi pusat pembelajaran, konsultasi agribisnis, termasuk juga pusat pengembangan jejaring kemitraan. “BPP Kostratani mendukung gerakan pembangunan pertanian yang dilakukan dengan berbagai cara. Seperti pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian,” ujar Dedi. 

 

 

 

Reporter : Hardianto/Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018