Monday, 28 September 2020


Mengintip Guru SD Taman Siswa, Malang Berguru Hidroponik

07 Sep 2020, 08:54 WIBEditor : Yulianto

Guru SD Taman Siswa tengah asik belajar hidroponik | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Meski wabah Covid-19 belum juga reda, kegiatan pertanian tidak boleh berhenti. Karena itu penyuluh terus bergulir sebagai garda terdepan bersama petani untuk menjamin ketahanan pangan.

Aktivitas pendampingan oleh penyuluh terus berjalan. Seperti penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Model Kostratani, Kecamatan Turen, Malang yang melakukan pembinaan dan pendampingan budidaya sayuran secara hidroponik kepada tenaga pendidik di SD Taman Siswa, Turen.

Pembinaan dan pendampingan budidaya sayuran secara hidroponik ini diawali dengan penyuluhan pembuatan persemaian dan pindah tanam oleh Tim Penyuluh BPP Turen kepada guru di SD tersebut. “Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru mengenai cara pembuatan persemaian serta memperkenalkan pertanian secara mudah dan asyik. Contohnya budidaya hidroponik kepada guru SD Taman Siswa,” ujar Koordinator Penyuluh BPP Turen, Anggitha Ratri Dewi.

Budidaya sayuran secara hidroponik di SD Taman Siswa Turen ini selanjutnya akan terus didampingi penyuluh pertanian. Dengan adanya budidaya sayuran secara hidroponik di SD Taman Siswa, Anggitha berharap kedepan dapat memberi contoh kepada sekolah-sekolah lain di Kabupaten Malang untuk menarik minat generasi muda di bidang pertanian.

Sementara itu Kepala Sekolah Taman Siswa, Ki Sucipto berharap, melalui pembinaan, pendampingan dan penyuluhan cara bertanam sayur secara hidroponik, nantinya tenaga pendidik yang sudah terampil dalam budidaya sayur hidroponik dapat menyampaikan ilmunya kepada para siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan lain yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga berharap dapat memperkenalkan pertanian sejak dini melalui pendidikan di sekolah dasar. Bahkan menurut Ki Sucipto, tidak menutup kemungkinan pada masa mendatanga akan ada kegiatan ekstrakulikuler bercocok tanam untuk para siswa. Saat ini ada 2 set instalasi hidroponik yang masing-masing terdapat 200 lubang.

Untuk mengawali memang hanya guru-guru saja yang diberi penyuluhan, karena masih masa pandemi Covid 19 dan siswa masih belajar dari rumah. Nantinya ketika sekolah tatap muka sudah dimulai, para guru kami harapkan telah siap jika ditanya oleh siswa mengenai hidroponik tersebut. Kami berharap wajah baru ini membuat siswa senang dan penasaran ketika kembali ke sekolah,” lanjut Ki Sucipto.

SD Taman Siswa Turen juga dengan menggandeng salah satu praktisi hidroponik dan petani milenial di Kecamatan Turen, M. Haris Riza untuk turut membantu pada kegiatan penyuluhan tersebut. Menurut Riza, budidaya sayuran secara hidroponik merupakan salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan terutama di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan akan terus berupaya meningkatkan peran Kostratani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian.

“Salah satu peran penting Kostratani adalah menumbuhkan minat petani milenial. Caranya, dengan peningkatan kapasitas pemuda di bidang pertanian, juga pengembangan wirausahawan muda perdesaan,” kata Dedi. 

Reporter : Anggitha Ratri/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018