Saturday, 24 October 2020


Relaksasi Jiwa dengan Tanaman Hias

21 Sep 2020, 15:23 WIBEditor : Yulianto

Pedagang tanaman hias menuai rezeki saat pandemi | Sumber Foto:Dok. sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Selama pandemi, masyarakat lebih banyak menghabiskan kegiatan di rumah. Saat ini, kegiatan bercocok tanam diakui paling banyak digemari.

Tidak hanya bertanam sayur-sayuran, menanam tanaman hias pot baik berupa bunga potong maupun daun potong juga menjadi pilihan. Bahkan tanaman hias semakin diburu dan harganya melonjak naik. Banyak orang  mencari tanaman hias yang unik dan cantik, menambah indah pekarangan rumah.

Beberapa pedagang tanaman hias di kawasan Depok, mengakui ada peningkatan jumlah pengunjung dalam beberapa bulan terakhir. "Lumayanlah. Orang yang datang belakangan ini memang makin banyak," kata Agus, salah satu pedagang tanaman hias.

Berkebun tanaman hias memang termasuk tren gaya hidup naik turun. Ada kalanya masyarakat kota tiba-tiba banyak mencari tanaman hias dan ada kalanya hanya segelintir saja. Jenis tanaman hias yang menjadi buruan pun silih berganti.

Dahulu Aglonema atau Sri Rejeki, sangat digandrungi. Harganya pun melejit. Saat sedang tinggi-tingginya permintaan, penjual bahkan menawarkan harga berdasarkan jumlah daunnya. Beberapa tanaman hias yang saat ini sedang banyak diburu kolektor selama pandemi yaitu Monstera, Philodendron, Hoya, Begonia, Aglaonema dan Calathea Black Lipstick.

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto menyebutkan, dengan banyaknya masyarakat berada di rumah semasa pandemi, terkuak bahwa bukan hanya kebutuhan bahan pangan untuk fisik yang diperlukan namun juga "asupan" jiwa.

"Banyaknya orang yang nyaman dengan menikmati keindahan tanaman di dalam rumahnya, semacam healing, merelaksasi jiwa. Ini menjadi peluang mendorong usaha tanaman florikultura. Usaha florikultura ini mulai menjadi alternatif bisnis, terlebih akibat pengurangan karyawan di beberapa perusahaan," katanya.

Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman menyatakan peluang usaha tanaman hias daun sangat menjanjikan. Saat ini tanaman hias daun sudah banyak diekspor ke negara Eropa, Kanada dan Amerika. Luas panen tanaman hias daun tahun 2019 mencapai 1.873.200 pot per pohon, dengan produksi 27.472.913 pot per pohon. Ini sangat berpotensi devisa,” ujarnya.

Salah satu eksportir florikultura, CV. Flora Berkah Abadi, Riska mengatakan, untuk tanaman berdaun indah di ekspor sekitar 147 pohon per minggu dan sudah di ekspor ke Negara Eropa, Amerika, Kanada, Singapura, Hong Kong, Malaysia dan Thailand.  "Selama satu bulan, pengiriman ekspor dilakukan kurang lebih 10 kali. Harga setiap tanaman pun bervariasi dan yang paling mahal seharga 200 dollar AS," ujar Riska.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018