Saturday, 24 October 2020


Melihat Perayaan Hari Batik di Parungseah Sukabumi

05 Oct 2020, 09:59 WIBEditor : Gesha

Petani dan masyarakat desa Parungseah membentangkan batik hasil karya mereka | Sumber Foto:istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Ada yang unik dari peringatan Hari Batik yang jatuh pada tanggal 02 Oktober silam di Desa Parungseah, Kabupaten Sukabumi yang memang terkenal sebagai salah satu lumbung pangan di selatan Jawa ini bersama para petani, pemuda tani dan perwakilan masyarakat Desa Parungseah, membentangkan selendang batik bermotif khas Sukabumi sepanjang 198 meter di pematang sawah area calon Agroeduwisata Desa Parungseah.

Sebelum dibentangkan, warga masyarakat dan petani melakukan aksi membatik selandang tersebut, dalam rangka hari batik nasional merupakan kerjasama antara Pemerintah Kecamatan Sukabumi, BPP Sukabumi, Pemdes Parungseah, Hotel Anugerah Sukabumi, Gapotan Harayu Hurip dan Kelompoktani Sugih Tani II.

Uniknya lagi, pembatikan tersebut dilakukan disepanjang area pesawahan dan kegiatan tersebut mencatatkan rekor di Original Rekor Indonesia (ORI). Di mana, waktu pembatikan memakan waktu sekitar 2 jam dengan berbagai macam motif lukisan, seperti Manggis, Penyu, Wijayakusuma, Manggis dan Garuda Ngupuk.

Tidak hanya itu, pada kegiatan tersebut para petani dan  warga pun mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, melakukan pengukuran suhu tubuh dan memcuci tangan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Sukabumi Endang Suherman, Koordintor BPP Sukabumi Diat Sujatman,  Kepala Desa Parungseah Muhamad Munir, Ketua Gapoktan Rahayu Hurip, para ketua Kelompoktani, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Parungseah, Penggiat Desa wisata Agus Ramdan dan General Manager Anugrah Hotel Sukabumi Dian Septo Pramono, serta ratusan petani anggota kelompoktani Desa Parungseah yang antusias dalam kegiatan tersebut.

Camat Sukabumi Endang Suherman selaku Komandan Kostratani Kecamatan Sukabumi menyambut baik gagasan dan ide terebut, Selain dalam rangka peringatan batik nasional, hal tersebut juga dapat memotivasi kekompakan para petani di Desa parungseah untuk meningkatkan produktivitas pertaniannya, juga sebagai promosi Desa Parungseah yang akan menjadi Desa Agroeduwisata. “Saya mengajak pada para petani yang tergabung di kelompoktani khususnya yang ada di Desa Parungseah, mari kita jadikan momen ini untuk senantiasa meningkatkan hasil pertenian kita demi tercapainya ketahanan dan kedaulatan pangan," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator BPP Kecamatan Sukabumi, Diat Sujatman mengemukakan bahwa masyarakat dan aparat di daerah harus diedukasi dan diberikan pemahaman, mulai sekarang siap-siap untuk kembali ke pertanian serta industri bidang pertenian. Diperkirakan sektor jasa dan industri lainnya di luar pertanian akan rontok jika Covid-19 tidak segera selesai di seluruh dunia, akan terjadi pengangguran besar-besaranan, saatnya para petani milenial menujukan aksinya, saatnya kembali memperkuat kedaulatan pangan. Hasil produksi pangan jadi kekuatan ekspor kita ke depan. Jika masyarakat Indonesia bisa mengantisipasi hal tersebut, maka Indonesia akan menjadi lumbung pangan masyarakat seluruh dunia.

Reporter : Diat Sujatman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018