Saturday, 24 October 2020


Jangan Salah Kaprah, Bedanya Jeruk Nipis, Limau dan Purut

15 Oct 2020, 15:25 WIBEditor : Gesha

Limau, nipis dan purut, serupa tapi tak sama | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pernah beli soto ayam lalu minta jeruk limau tetapi malah dikasih jeruk purut atau jeruk nipis?Ternyata bagi masyarakat awam, ketiga jeruk asam sering salah kaprah karena dianggap sama-sama jeruk nipis. 

Di Indonesia penggunaan jeruk asam sebagai bumbu penyedap masakan, lumrah dilakukan. Tapi bagi pemula, jenis jeruk asam seperti limau dan purut sering disangka sama dengan jeruk nipis, padahal semuanya punya ciri khas lho.

Dilansir dari pergikuliner.com, perbedaan pertama dari warna dan tampilan luarnya. Jeruk nipis yang matang memiliki warna hijau kekuningan dengan bentuk yang lonjong dan kulit buah yang tidak terlalu tebal. Dari segi ukuran, jeruk nipis pun lebih besar dibandingkan limau dan purut. 

Sedangkan jeruk limau memiliki bentuk bulat dengan warna kulit hijau tua dan tekstur yang lebih tebal dari jeruk nipis. Nah, kalau jeruk purut, tekstur kulitnya kasar dan agak keriput dengan bentuk yang tidak terlalu bulat.

Jeruk nipis, jeruk limau, dan jeruk purut akan lebih dikenali jika kamu membelahnya menjadi dua bagian. Pada bagian dalam jeruk nipis,  daging buah yang lebih banyak dengan warna kekuningan, tekstur daging buah tipis-tipis, dan biji buah yang juga kecil.

Tapi untuk jeruk limau, bijinya jauh lebih besar dan bulat dengan warna daging kuning agak kehijauan. Sedangkan untuk jeruk purut, biji buah jauh lebih kecil dan daging buah lebih padat jika dibandingkan jeruk limau dan jeruk nipis.

Aroma dan Rasa

Meski sama-sama jeruk, tapi cita rasa dan aroma ketiganya ini berbeda. Untuk aromanya, jeruk limau lebih unggul karena memiliki aroma wangi yang lebih menyengat ketika sudah dibelah. Sementara jeruk nipis punya aroma wangi tapi tidak semenyengat jeruk limau.

Sedangkan untuk jeruk purut juga punya aroma wangi seperti jeruk pada umumnya. Dari segi rasa, jeruk nipis memiliki rasa asam yang lebih dominan dan kadar air yang lebih banyak dibanding dua jenis jeruk lainnya.

Jeruk nipis biasanya diperas di atas soto atau sup untuk menambah kesegaran. Di Kuningan, Jawa Barat, jenis jeruk ini juga kerap diolah sebagai minuman yang bernama “Jeniper” yang merupakan singkatan dari jeruk nipis peras. Selain itu, jeruk nipis juga kerap digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan atau seafood.

Jika jeruk nipis lebih sering digunakan untuk makanan berkuah, maka jeruk limau kerap digunakan untuk menambah rasa segar pada sambal atau juga bumbu kacang, seperti pada siomay.

Lain lagi dengan jeruk purut. Seperti jeruk nipis, jeruk purut memang memiliki wangi khas dan aroma segar sehingga sering digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan dan seafood. Aroma segar itu tak lain karena jeruk ini mengandung senyawa citronellol hingga 80%.

Selain buahnya, daun jeruk purut juga kerap dimanfaatkan untuk keperluan memasak. Misalnya saja diiris dan digunakan pada bumbu pecel dan rempeyek. Lain halnya pada kuliner di beberapa daerah seperti Bali dan Jawa, daun jeruk purut kerap digunakan bersamaan dengan daun salam.

Selain itu, tidak hanya di Indonesia saja, negara lain seperti Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam dan, Myanmar juga menggunakan daun jeruk purut pada beberapa makanan khasnya.

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018