Sunday, 24 January 2021


Berkebun Sekeluarga, Kenalkan Sekolah Alam ke Si Kecil

09 Jan 2021, 14:10 WIBEditor : Gesha

Berkebun dengan si Kecil | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Memperkenalkan pertanian kepada anak-anak ternyata dapat dimulai sejak dini di usia pra sekolah. Mengajak berkebun menjadi aktivitas yang menarik sekaligus menyehatkan bagi keluarga.

Teknologi pertanian yang semakin canggih membuat kegiatan bertani dapat dilakukan oleh siapa pun, bahkan anak-anak. Urban Farming di Jakarta yang melibatkan anak-anak kini menjadi trend gaya hidup warga Jakarta. Kegiatan positif ini didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, dengan menyelenggarakan Webinar bertajuk “Asyiknya Berkebun Bersama Keluarga” pada Minggu (3/1) jam 10.00 – 11.30 WIB, berkolaborasi dengan efarming.id, penyedia sarana edukasi berkebun.

Peserta webinar yang terdaftar disiapkan e-Sertifikat dari panitia pelaksana dan door prize bagi yang beruntung mendapatkannya. “Saya sangat mengapresiasi peserta webinar ini yang sebagian besar dari ibu-ibu PKK dan pengelola RPTRA, karena erat kaitannya dengan keluarga. Ada juga penyuluh pertanian lapangan, sebagai ujung tombak memberikan informasi teknologi pertanian di masyarakat. Yang menggembirakan, ternyata peserta Webinar tidak hanya dari Jakarta tetapi juga luar Jakarta,” kata Plt. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati atau akrab disapa Ely.

Lebih lanjut Ely menuturkan bahwa 98% kebutuhan pangan Jakarta masih mengandalkan pasokan daerah lain. Sementara populasi penduduk Jakarta setiap tahun mengalami peningkatan, yang tentunya menjadi potensi pemasaran produk-produk pertanian.

“Pekarangan di rumah bila digunakan untuk pertanian sangat besar manfaatnya, khususnya anak-anak. Sebagian besar dilakukan di luar rumah (Outdoor), sehingga tubuh kita mendapatkan sinar matahari dan bergerak aktif yang tentunya menyehatkan. Hal ini sekaligus  menjadi “sekolah alam” bagi anak-anak sebab di kebun mereka akan menjumpai ulat, capung, kupu-kupu,” tutur Ely

Warga Jakarta telah banyak yang menuai sukses dalam pertanian perkotaan (Urban Farming), salah satu contohnya adalah Poktan “Ampar Adhum” yang berlokasi di Jatinegara, Jakarta Timur.

“Silakan datang berkunjung, mereka bertanam sayuran secara hidroponik di atas parit karena memang lahan sangat terbatas. Di DKI Jakarta sudah ada 600 gang hijau yang mampu memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat di sekitarnya sehingga ada perputaran ekonomi. Selain di gang hijau, urban farming juga dilakukan di rooftop (atap gedung), atap masjid, di bantaran sungai, dan lahan tidur lainnya. Dinas KPKP siap mendukung pertanian berkelanjutan,” kata Ely.

Sementara itu, narasumber dari Co-Founder efarming.id, Rifqi Dhiemas Aji menjelaskan bahwa berkebun bersama keluarga dapat dimulai dengan metode yang tepat sesederhana mungkin.

“Mulailah dengan tanaman yang mudah dan menarik, seperti sayuran atau bunga. Bisa juga mengajak anak berkunjung melihat-lihat tanaman secara langsung atau virtual. Selanjutnya siapkan ruang di pekarangan, gunakan alat dan bahan yang tepat, ringan dan praktis. Ajaklah memanfaatkan barang bekas ataupun sisa makanan (regrow),” kata Dhiemas.

Metode yang dilakukan dapat langsung pada tanah yaitu vertikultur dan vertical garden. Bahan yang diperlukan untuk media tanam berupa tanah, sekam bakar, dan pupuk dengan perbandingan 1:1:1. Sedangkan metode pada media air dapat dilakukan yaitu hidroponik.

“Berkebun sama juga dengan berolahraga, selain itu waktu di rumah juga lebih produktif saat pandemic Covid-19 yang memang sebaiknya memperbanyak aktifitas di rumah daripada luar rumah,” tutur Dhiemas.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018