Saturday, 23 January 2021


Amankah Kucing dan Anjing dari Covid-19?

11 Jan 2021, 13:52 WIBEditor : Gesha

Dengan rutin divaksinasi kucing bisa tetap sehat dan lincah. | Sumber Foto:Ika Rahayu

TABLOIDSINARTANI.COM, Depok --- Untuk pecinta kucing maupun anjing (cat and dog lovers) harus mewaspadai kemungkinannya hewan kesayangan tersebut bisa tertular COVID 19. Hal tersebut mengingat pandemi Covid-19  sejauh ini telah menelan banyak korban jiwa manusia. 

Praktisi kesehatan hewan kesayangan, Drh Marcel Pasaribu, dalam acara webinar Majalah Cat & Dog ke-4, Sabtu (9/01) mengemukakan, sebagaimana manusia, kucing  dan anjing pun bisa terpapar virus termasuk virus Covid-19. Namun virus Corona induk semangnya bukan kucing dan anjing. Karenanya virus Corona tidak bisa hidup atau bereplikasi pada tubuh kucing dan anjing. 

" Jadi meskipun hasil PCR nya positif , kucing atau anjing tidak menunjukkan gejala klinis sebagaimana hewan yang terpapar virus," kata Marcel.  Meski bisa menularkan ke kucing lain, namun menurut Marcel, belum ada bukti bahwa kucing atau anjing  bisa menularkan virus Covid-19 ke manusia. 

Lalu bagaimana untuk mencegah kucing dan anjing yang kita pelihara terpapar virus penyebab penyakit ? Jawabnya adalah secara berkala melaksanakan vaksinasi terhadap hewan peliharaan.

Disarankan untuk kucing, vaksinasi baru dilaksanakan setelah usianya mencapai 6 Minggu. " Kalau divaksinasi dibawah usia kucing 6 Minggu berbahaya, malah bisa menimbulkan  penyakit," jelasnya. Setelah vaksinasi pertama, di umur 8-9 Minggu, kucing bisa dilakukan vaksinasi 3-4 Minggu sekali sampai umur kucing 12 Minggu.

Kemudian bisa dipilih vaksinasi berikutnya, bisa di umur 6 bulan atau 1 tahun. Setelahnya, divaksinasi 1 tahun sekali. 

Khusus untuk anjing, di usia 3-4 Minggu bisa diberikan vaksin secara intrasanal untuk mencegah penyakit kennel cough. Berikutnya, usia 8 Minggu bisa diberikan vaksin untuk mencegah distemper, parvovirus, Hepatitis dan leptospira.

Lalu diulang 3-4 Minggu kemudian pada umur 12 Minggu. Dan divaksin kembali di umur 6 bulan atau 1 tahun. Setelahnya, bisa diulang tiap satu tahun sekali.

Marcel mengingatkan bahwa sebelum melaksanakan vaksinasi harus dipastikan dulu hewan kesayangan dalam kondisi sehat disamping memperhatikan faktor usia dr hewan bersangkutan. 

Bila hewan menunjukkan gejala sakit  maka hendaknya dilakukan dulu pemeriksaan oleh dokter hewan. Bila sudah dipastikan tidak terinfeksi virus dan tidak  menunjukkan gejala klinis lagi maka baru boleh dilakukan vaksinasi. "Pastikan juga vaksin masih dalam kondisi baik sebab kalau sudah rusak tidak bisa memberikan kekebalan optimal pada hewan kesayangan kita," tandas Marcel. 

Reporter : Ika Rahayu
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018