Saturday, 06 March 2021


Agro Eduwisata Ragunan, Destinasi Wisata Alternatif di Tengah Bising Ibukota

01 Feb 2021, 12:12 WIBEditor : Yulianto

Agroeduwisata Ragunan bisa menjadi destinasi wisata alternatif | Sumber Foto:Echa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Bagi warga ibukota DKI Jakarta, kini ada destinasi wisata baru yang bisa menjadi ajang pembelajaran bagi anak-anak. Namanya, Agro Edukasi Wisata Ragunan, Jakarta Selatan.

Lokasinya berada di kawasan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ragunan. Jika masih bingung, posisinya di belakang Bumi Perkemahan Ragunan. Paling mudah patokannya adalah gedung Kementerian Pertanian atau Kampus Universitas Nasional, Ragunan.

Agro Eduwisata Ragunan terletak di Jalan Harsono RM, Gang Poncol, Ragunan, dengan hijauan yang banyak dan udaranya yang sejuk. Dari arah perempatan Ragunan menuju Kebun Binatang Ragunan, maka akan menemukan putaran balik Kementerian Pertanian. Anda jangan berputar balik ke arah Bumi Perkemahan, tapi mengambil jalan lurus disamping Kampus Universitas Nasional.

Agro Eduwisata Ragunan ini didirikan Pemerintah Kota Jakarta Selatan bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian sebagai tempat percontohan pertanian perkotaan untuk edukasi.

Agro Eduwisata ini merupakan pengembangan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Ragunan sebagai pusat penyediaan bibit tanaman milik Sudin (Suku Dinas) Kelautan Perikanan, dan Ketahanan Pangan. Dengan luas sekitar 2,2 hektar (ha) BPP menjadi pusat edukasi percontohan pertanian perkotaan, khususnya di Jakarta Selatan.

“Sebetulnya Agro Edukasi Wisata Ragunan ini sudah lama berjalan sejak 2016 dengan nama BPP-Jakarta Selatan, tapi kami baru launching Desember 2020 lalu untuk mengakomodir tingginya minat warga Ibu Kota dalam bercocok tanam khususnya di masa pandemi Covid-19,” tutur Urip Sjarifudin, Koordinator Pengelola Agro Edukasi Wisata Ragunan saat ditemui Sinartani. Kamis (28/1).

   

Urip menambahkan, pengembangan agro eduwisata yang didukung dengan teknologi mumpuni dan memanfaatkan lahan kosong yang ada di Jakarta dapat berfungsi sebagai sumber penghasilan pangan. Tempat itu juga menawarkan sarana edukasi bagi masyarakat umum, komunitas dan juga siswa sekolah, dengan harapan teknologi yang dikembangkan bisa diadopsi masyarakat luas.

Masyarakat bisa belajar mulai dari pembibitan, pembenihan, penanaman, pemupukan, sampai dengan pemanenan atau pengemasan. Berbekal beberapa ujicoba dan demplot yang dilakukan, BPP Ragunan siap  mendukung program pemerintah, khususnya urban farming.

Di dalam Agro Eduwisata masyarakat dikenalkan dengan tanaman 'superfood' seperti bayam Brazil, teknologi budidaya pertanian perkotaan seperti teknologi hidroponik, 'microgreen' dan edible flower.

Berada di tengah kota, di Agroeduwisata, masyarakat bisa belajar budidaya sayuran, tanaman obat keluarga (toga) hingga tanaman produktif seperti durian, alpukat dan lainnya,” katanya.

Selain kegiatan pertanian, juga ada budidaya perikanan seperti kolam bioflok dan lobster air tawar. Selain itu, terdapat peternakan sapi perah dan taman kelinci. Serta budidaya pakan alternatif, yaitu budidaya maggot.

“Semua untuk edukasi masyakarat yang berkunjung kesini,” katanya. Karena itu Urip berharap dengan dibukanya Agro Edwisata Ragunan ini masyarakat bisa mengenal dan belajar pertanian perkotaan, mulai dari menanam, pembenihan, pemupukan, panen, pengemasan, hingga pemasarannya.

Urip menjelaskan, sebelum dikembangkan menjadi Agro Edukasi, BPP Ragunan telah menjadi penyedia bibit tanaman bagi warga, PKK dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di DKI Jakarta, khususnya Jakarta Selatan yang ingin bercocok tanam.

Jadi menurutnya, sebenarnya Agro Edukasi ini sudah ada, banyak kunjungan dari mulai anak TK, hingga mahasiswa dan untuk umum pun dibuka sehingga masyarakat bisa belajar cara bercocok tanam.

Karena di bawah naungan Sudin KPKP masyarakat yang ingin memiliki bibit cukup buat permohonan yang ditujukan ke kami. “Jika persyaratannya memenuhi akan kami survey lokasinya dan akan kami berikan bibit sesuai dengan permohonan yang diajukan,” tuturnya.

Urip berharap, bagi masyarakat DKI Jakarta, khususnya Jakarta Selatan yang ingin menikmati pertanian tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Udaranya sejuk hamparannya luas dan hijauan banyak dan aksesnya mudah dijangkau.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018