Sunday, 28 February 2021


Musim Hujan Deras, Waspada Leptospirosis Menyerang Kucing

19 Feb 2021, 18:01 WIBEditor : Gesha

Kucing berkeliaran seusai hujan. waspadai terpapar Leptospirosis. | Sumber Foto:IKA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Di musim hujan  genangan air bahkan bencana banjir terjadi dimana-mana. Kondisi ini patut diwaspadai khususnya oleh pecinta kucing (cat lover) dan hewan kesayangan lainnya, karena penyakit berbahaya Leptospirosis bisa menyerang kucing setiap saat. 

Dalam acara Webinar yang diselenggarakan Majalah Cat and Dog,  belum lama berselang, praktisi kesehatan Hewan, Drh Ari Sapto Nugroho, mengemukakan, leptospirosis adalah penyakit akibat  infeksi bakteri leptospira. Penyakit ini tergolong berbahaya karena dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) dan bila tidak mendapat penanganan segera dapat menimbulkan kematian.

Pada musim hujan penyebaran penyakit leptospirosis semakin meningkat. Hal tersebut disebabkan urin tikus sebagai inang pembawa  penyakit ini terbawa oleh air hujan dan mengkontaminasi sumber air dan tanah. “Kalau Kucing kita bermain di genangan air yang telah terinfeksi bakteri leptospira maka bisa terkena penyakit Leptospirosis dan hati-hati  kita bisa juga tertular kalau terus dekat dengan kucing yang telah terinfeksi,” jelas  drh Ari.

Biasanya kucing yang sudah terserang penyakit leptospirosis menunjukkan beberapa gejala klinis seperti demam, muntah-muntah dan diare.  Gejala khas  yang muncul berupa bagian mulut dan mata berwarna kekuningan.  Pada kondisi sudah lanjut urin bisa bercampur dengan darah.  Bila sudah menyerang organ hati dan ginjal diperlukan treatmen khusus.

Disamping pemeriksaan darah di laboratorium, saat ini untuk mendeteksi apakah hewan kesayangan kita terpapar leptospirosis, bisa dengan melakukan rapid tes antigen . “Tes cara ini  banyak diminati pemilik hewan kesayangan karena biayanya murah, praktis dan cepat diketahui hasilnya,” tutur dokter hewan yang membuka praktek bersama di Denpasar Bali ini.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah kucing tak terserang penyakit Leptospirosis ,karenanya Ari menyarankan selama dan setelah hujan kucing tidak dilepasliarkan. Usahakan tetap di dalam rumah kalau memang tak mau terus menerus dikandangkan.  Kucing itu kodratnya  senang menangkap tikus.  Disaat hujan sebaiknya  diberi mainan tikus dari karet  supaya  kucing tetap bisa aktif dan tidak stres . “Mencegah stres itu penting karena seperti halnya manusia, kalau sampai stres berat maka antibodi  bisa turun sehingga penyakit mudah masuk ke tubuh,” tandasnya.

Upaya pencegahan yang dipandang drh. Ari cukup penting adalah membawa kucing ke dokter atau klinik untuk divaksinasi, Setidaknya vaksinasi untuk pencegahan  penyakit leptospira dilakukan dua kali , dimana vaksinasi pertama sudah bisa dilakukan disaat kucing telah mencapai usia 6 minggu.

Tak cukup hanya dilakukan vasinasi, terutama di musim hujan pemilik kucing harus lebih memperhatikan kondisi hewan kesayangannya agar tetap fit antara lain dengan menjaga asupan pakannya cukup secara kuantitas dan kualitas serta lebih intensif memperhatikan kondisi kesehatan si kucing.  Bila sudah tampak muncul gejala  sakit segera diperiksakan ke dokter hewan agar bisa mendapat  penanganan medis lebih lanjut.

Bila kucing sudah terdeteksi terkena penyakit Leptospirosis sebaiknya pemilik kucing tidak melakukan kontak fisik dengan kucing bersangkutan karena akan bisa tertular. Gejala orang yang tertular Leptospirosis mirip gejala terkena Covid-19 antara lain demam, badan kaku-kaku, ada batuk dan gejala penyakit flu lainnya.   

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018