Friday, 16 April 2021


Kuatkan Imunitas, Oma Ning ajak Masyarakat Tanam dan Konsumsi Herbal

02 Mar 2021, 15:02 WIBEditor : Yulianto

Ning Harmanto, Ratu Herbal yang terus giat mengkampanyekan khasiat herbal Indonesia | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Siapa yang tak kenal ratu herbal, Ning Harmanto. Dikenal dengan produk Mahkota Dewa, Oma Ning, begitu biasa disapa mengajak masyarakat mengonsumsi herbal, karena khasiatnya mampu meningkatkan imunitas, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Semua tahu, Indonesia dikenal kaya dengan keanekaragaman hayatinya yang harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk kesehatan bangsa. Di tengah pandemi Covid-19, gerakan edukasi memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat dengan tanaman herbal terus mengalir.

Salah satunya Ning Harmanto, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Mahkota Dewa Jakarta Utara, DKI Jakarta. Oma Ning cukup dikenal sebagai herbalis. Beragam produknya sudah dikenal masyarakat, bahkan mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

“Herbal anjuran Kemenkes yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi Covid-19 adalah pegagan, meniran, jahe merah, temu lawak, kunyit, temu manga, bawang putih,” kata Oma Ning saat acara Saung Tani Radio Pertanian Ciawi (RPC), Kamis (25/2).

Namun menurut Oma Ning, selama pasien Covid-19 mengkonsumsi herbal harus tetap diberikan pendampingan secara intensif dengan mengenali pasien dan rekam medisnya. Kemudian memberikan alternatif herbal yang sesuai. “Pasien juga harus dipantau perkembangannya secara daring dengan sms maupun email,” ujarnya. 

Oma Ning yang sedang melanjutkan studi S2 ini banyak melakukan studi kasus terkait pemanfaatan tanaman herbal untuk membantu mencegah dan mengobati berbagai penyakit, termasuk membantu pasien Covid–19 agar lebih bugar.

Menurut Oma Ning, hasil studi dengan bantuan herbal rata–rata waktu yang diperlukan pasien Covid-19 untuk pulih sekitar 2-4 minggu setelah konsumsi. Namun ia juga berpesan selain konsumsi herbal, pasien hendaknya menjaga pola hidup yang sehat. Dimulai dengan makanan dan minuman yang sehat, pendekatan diri kepada Tuhan, serta menghindari stress.

Tidak lupa Oma Ning juga mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat dengan menanam tanaman herbal di pekarangan rumah. Selain sayur, tanaman obat juga penting untuk ditanam di sekeliling rumah.

Beberapa tanaman yang mudah tumbuh di pekarangan diantaranya, pegagan, mint, jinten atau daun bangun–bangun, kelor, sambung nyawa dan  dandang gendis. “Tanaman ini mudah untuk ditanam dan berkhasiat obat,” ujarnya.

Menurut Oma Ning, Indonesia mempunyai ribuan jenis tanaman berkhasiat obat, baik yang jenis rimpang–rimpangan, daun, kayu, maupun bunga. Di pekarangannya, Oma Ning  membudidayakan tanaman herbal secara akuaponik. Sebab, kotoran ikan sangat baik untuk tanaman. “Dengan akuaponik saja bagus, apalagi kalau ditanam di tanah, pasti lebih bagus lagi,” katanya.

Diusia yang tak lagi muda, melalui kanal YouTube dan website Griya Sehat Mahkota Dewa, Oma Ning terus mengedukasi masyarakat untuk memulai pola hidup sehat dengan cara. Sejak kecil Ning, kelahiran Yogyakarta, 8 Mei 1957  memang senang bercocok tanam. Sampai suatu saat, di tahun 1999 Ning mulai tertarik mempelajari khasiat berbagai tanaman.

Hal ini bermula ketika sang adik, Widowati Wuryantari menceritakan anaknya sembuh dari penyakit radang pankreas hanya dua minggu setelah mengonsumsi rebusan mahkota dewa. Rupanya Ning tertarik dengan cerita itu. "Saya penasaran, saya lalu membawa satu kantong plastik mahkota dewa ke Jakarta," kenang Ning.

Ajakan Oma Ning kepada masyarakat menanam herbal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memanfaatkan lahan di pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. “Dalam kondisi krisis seperti Covid-19 ini, pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive. Tidak perlu lahan besar, kita manfaatkan lahan di pekarangan kita. Jadi di pekarangan ini semua orang bisa Bertani,” himbau Mentan.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan,  ketahanan pangan bukan saja tentang kecukupan bahan pangan, namun juga menyangkut kemampuan memproduksi sendiri bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. “Menanam di masa ini memang solusi cerdas untuk mengatasi adanya krisis pangan,” katanya.

 

Reporter : Osi WR/Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018