Friday, 16 April 2021


Sayang Dibuang, KWT Tunas Mandiri Manfaatkan Cangkang Telur untuk Pupuk

03 Mar 2021, 10:30 WIBEditor : Yulianto

Pemanfaatan cangkang telur untuk pupuk | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Tingginya konsumsi telur ayam ras menyisakan limbah berupa cangkang yang kemudian berakhir di tong sampah. Padahal cangkang telur bisa lebih bermanfaat jika kita kreatif.

Dengan konsumsi telur ayam ras mencapai 1,72 juta ton pada tahun 2021 akan meninggalkan jumlah limbah cangkang cukup besar. Sayangnya umumnya masyarakat  belum mengetahui manfaat dan cara penggunaannya. 

Padahal cangkang telur bisa menjadi sebuah inovasi yang berguna dan bermanfaat  bagi tanaman. Salah satu yang cukup jeli melihat peluang tersebut adalah KWT (Kelompok Wanita Tani) Tunas Mandiri, Kota Makassar. Mereka memanfaatkan cangkang telur sebagai nutrisi dan pengendali hama pada tanaman sayuran.

Penggunaan cangkang telur dapat digunakan  sebagai kompos tanaman. Pupuk kompos dari cangkang  telur mampu meningkatkan komposisi unsur hara, mineral atau nutrisi lain pada tanah. Unsur-unsur inilah yang sangat dibutuhkan tanaman. Cangkang  telur juga bisa berfungsi sebagai pengendali hama pada tanaman.

“Kami menggunakan limbah cangkang telur sebagai pupuk organik dan pengendali hama pada tanaman sayuran kami di kebun KWT,” ujar Pengurus KWT Tunas Mandiri, Kota Makassar, Yustianti K.

Sementara itu, Kahfianin, Penyuluh Pertanian di Kota Makassar, pendamping KWT Tunas Mandiri mengatakan, hampir setiap hari masyarakat menyediakan makanan berbahan baku telur, sehingga menyisakan cangkang telur sebagai limbah yang dibuang begitu saja di tong sampah. Padahal cangkang telur dapat digunakan dalam budidaya tanaman sayuran.

Merujuk dari hasil penelitian, pemupukan menggunakan unsur kalsium dengan dosis 4 gram pada setiap polybag dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit saat pembibitan.

Cangkang telur juga berguna sebagai pengendalian hama siput, lalat, dan hama lainnya. Tepi cangkang telur yang tajam akan menjadi penghalang bagi  hama, sehingga tidak dapat dengan mudah mencapai tanaman dan merusaknya.

“Cangkang telur cukup ampuh melawan sejumlah hama pada tanaman seperti siput, lalat dan beberapa jenis hama lainnya. Jadi cangkang  telur bisa digunakan sebagai salah satu metode pengendalian hama,” katanya.

Cangkang telur mengandung  kalsium karbonat 98,43 persen, magnesium karbonat 0,84 persen dan kalsium fosfat sebanyak 0,75 persen.  Kandungan ini  dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi dalam  pertumbuhan dan perkembangan tanaman agar tumbuh subur, sehat dan berpoduksi tinggi.

Kahfiani menambahkan, cangkang telur mempunyai berbagai manfaat dalam budidaya tanaman seperti sebagai kompos yangberfungsi menurunkan tingkat keasaman tanah, menguatkan tanaman, pengendali hama pada tanaman.

Cangkang telur juga sebagai media pembibitan, memperbaiki aerase tanah, membantu pertumbuhan kecambah, dan sedangkan pada tepung cangkang telur digunakan sebagai  bahan tambahan  dalam pembuatan pakan ternak yang kaya kalsium.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) seringkali mengatakan, bahwa sektor pertanian di masa yang akan datang tidak bisa diolah dengan cara yang biasa. Namun harus dikerjakan dengan cara yang serba maju, serba baru dan lebih modern.

"Minimal dengan terjadinya Covid-19 ini kita semakin menyadari bahwa pertanian tidak boleh lagi diolah dengan cara yang biasa. Harus ada inovasi dan ide-ide kreatif dalam mengelola pertanian," kata SYL.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian menjadi salah satu sektor yang dituntut untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.

"Walau masih pandemi Covid-19, pertanian jangan berhenti, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan,” tegas Dedi.

 

Reporter : A. Kahfiani/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018