Friday, 16 April 2021


BPTP Kalteng Ajarkan KWT Beri Nilai Tambah Hortikultura

27 Mar 2021, 11:31 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan Bimtek untuk KWT yang diselanggarakan BPTP Kalteng bersama BPP Bukit Rawi | Sumber Foto:Shanti

TABLOIDSINARTANI.COM, Pulang Pisau---Pemberian nilai tambah akan meningkatkan nilai jual terhadap suatu komoditas. Seperti dilakukan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bukit Rawi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menggelar Bimbingan Teknis pengolahan cabai dan bawang merah.

Melalui bimtek ini, Kepala BPP Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau, Elva Suntani  berharap, dengan adanya Bimtek ini PPL maupun sebagai pelaku utama di bidang pertanian, termasuk KWT dapat lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap di bidang pertanian.

Tujuan dari bimtek ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap di bidang pertanian serta menambah wawasan di bidang pengolahan hasil hortikultura. “Diharapkan ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat membuka wawasan kita di bidang pengolahan hasil hortikultura,” katanya.

“Ke depan diharapkan kita dapat melakukan pertanian lebih bermanfaat dan lebih mensejahterakan keluarga kita di bawah binaan BPP Bukit Rawi ini,” tambah Elva saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) “Penanganan Pascapanen Hortikultura untuk Peningkatan Gizi dan Pendapatan Keluarga.” Selasa (9/3).

Bimtek dihadiri Kepala BPP Bukit Rawi yang di wakili, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) BPP Bukit Rawi, Kelompok Wanita Tani (KWT) Bukit Rawi, Penyuluh Pertanian BPTP Kalteng dan masyarakat sekitar Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau. “Semoga dapat terus bekerjasama kembali untuk melaksanakan bimtek lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pengolahan hasil manfaatnya banyak sekali. Contohnya dapat meningkatkan mutu produk seperti pengolahan cabai yang diolah menjadi cabai kering, saos cabai, minyak cabai.

Dengan pengolahan juga bisa meningkatkan daya simpan lebih lama dan pekerjaan di dapur dapat lebih cepat dikerjakan. Contohnya hasil olahan “pasta”, pasta bawang merah, pasta cabai. Penggunaanya sangat praktis, hanya tinggal di campurkan kedalam masakan sehingga tidak repot lagi untuk menghaluskan bahan-bahan tersebut,” tutur Elva Santuni.

Melalui bimtek ini, BPTP Balitbangtan Kalteng juga berharap, terutama kepada para KWT dan PPL Bukit Rawi agar lebih bisa memanfaatkan produk-produk hortikulturan sehingga mampu menekan tingkat kehilangan hasil, meningkatkan mutu produk dan dapat meningkatkan daya simpan lebih lama.

Pemberian materi bimtek disampaikan Sintha Eliestya Purwandari, S.TP. (Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Kalteng) di BPP Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Peserta bimtek juga diperkenalkan cara-cara pengolahan hasil pertanian di bidang hortikultura.

Contohnya,  pembuatan selai tomat, saos cabai, cabai kering, cabai bubuk, pasta cabai, saos cabai, abon cabai, manisan cabai, brownis terong ungu, pasta bawang merah.

Selain itu juga diperkenalkan cara cara pendaftaran ijin PIRT, yakni sebelum memasarkan produk diperlukan perizinan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Hal ini diperlukan sebagai izin jaminan usaha makanan/minuman rumahan yang dijual dan beredar di masyarakat memenuhi standar kemananan makanan atau izin edar produk makanan.

Menurut Sintha, Nomor PIRT ini dipergunakan untuk makanan dan minuman yang yang memiliki daya tahan/keawetan di atas 7 hari. Izin tersebut berlaku selama 5 tahun dan setelahnya dapat di perpanjang. Lama pengurusan PIRT 1 minggu – 3 bulan tergantung masing-masing kotamadya/kabupaten.

Dengan Bimtek ini, Balitbangtan melalui BP2TP dan BPTP Balitbangtan Kalimantan Tengah dapat berkontribusi secara nyata dan bekerjasama dalam pendampingan di bidang pascapanen dan pengolahan hasil hortikultura.

Reporter : Dewi Ratnasari /Shinta
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018