Sunday, 09 May 2021


Empat Fakta Nikmat dari Timun Suri

19 Apr 2021, 14:48 WIBEditor : Gesha

Timun Suri | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Ramadhan identik dengan beragam menu khas untuk berbuka puasa, salah satunya adalah timun suri. Buah segar ini ternyata memiliki fakta yang menarik dan jarang diketahui publik. Apa sajakah?

"Timun suri sebenarnya bukan timun, justru melon karena berdasarkan klasifikasi ilmiah, morfologi, kariotipe kromosom dan struktur buah timun suri lebih dekat dengan melon," ungkap Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikulura, Fakultas Pertanian, Dr Deden Derajat Matra seperti dilansir dari IPB Today, Senin (19/4).

Dr. Deden menambahkan, Timun suri memiliki keunggulan karena budidayanya mudah dan tidak membutuhkan waktu lama yakni sekitar 40-60 HST (Hari Setelah Tanam), serupa dengan melon.

Bahkan mengkonsumsi timun suri setiap hari pun tidak berbahaya sebab  timun suri memiliki kandungan gula yang didominasi dari jenis fruktosa. Nah fruktosa ini merupakan jenis gula yang aman sehingga bagus untuk kesehatan terutama untuk penderita diabetes dengan konsumsi normal. 

Semakin orange (warna timun suri) maka menunjukan kandungan betakaroten (sebagai provitamin A) lebih banyak. Namun sayangnya di pasaran masih terdapat stigma bahwa kondisi timun suri yang merekah atau retak (meletek) dianggap sebagai pertanda matang, bukan dilihat dari warna tampilan luar.

"Timun suri yang meletek (cracking) itu sebenarnya dapat disebabkan oleh beberapa hal. Yaitu kekurangan hara kalsium sehingga bagian terluarnya rapuh dan tidak kuat. Faktor kedua, dapat disebabkan oleh kadar air tanah yang tinggi sehingga pecah buah. Konsumsi timun suri dalam keadaan meletek justru perlu berhati-hati karena kondisi fisik buah berpeluang besar terinfeksi bakteri yang berbahaya untuk sistem pencernaan," ujar Dr Deden.

Dari panen hingga dikonsumsi, timun suri tidak dapat lama disimpan pada suhu biasa. Hal tersebut disebabkan proses respirasi berkurangnya air yang semakin cepat. "Waktu segar penyimpanan adalah satu minggu, dapat lebih lama jika disimpan pada suhu rendah di dalam kulkas," tambahnya.

Reporter : NATTASYA
Sumber : IPB University
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018