Sunday, 09 May 2021


Sulap Lahan Tidur, KWT Patass Asri Jadikan Taman Buah dan Sayuran

19 Apr 2021, 15:43 WIBEditor : Yulianto

Anggota KWT Patass Asri, Situbondo | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Situbondo---Selama masa pandemi Covid-19 permintaan buah dan sayuran meningkat. Kementerian Pertanian pun mendorong pengembangan P2L (Pekarangan Pangan Lestari) agar dimanfaatkan untuk menanam komoditas hortikultura tersebut.

Pemanfaatan pekarangan di rumah sangat penting untuk menjaga kualitas ekosistem dan keanekaragaman hayati. Pekarangan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penghasil pangan dalam upaya memperbaikai gizi keluarga sekaligus sebagai peningkatan pendapatan keluarga.

Melalui fasilitasi dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Kelompok Wanita Tani (KWT) Patass Asri memulai program P2L kini telah menghasilkan banyak perubahan. Mereka mengubah pekarangan dari yang hanya lahan tidur tanpa termanfaatkan, kini sudah tertanami berbagai macam kebutuhan keluarga, mulai dari aneka sayuran, buah-buahan dan empon-empon.

Kebutuhan keluarga bisa terpenuhi melalui pekarangan, bahkan sudah bisa transaksi penjualan, sehingga dapat menambah penghasilan keluarga. Tak kalah penting adalah bisa menjaga imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19, karena tanaman yang dihasilkan selain sehat, juga bebas residu kimia.

Tutik Muryani, PPL Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo mengatakan, melalui pertemuan rutin dan diskusi yang dilaksanakan KWT dan didampingi penyuluh pertanian, semua anggota KWT bisa bertambah pengetahuannya, bahkan semangat memperbaiki kualitasnya.

Apalagi materi yang disampaikan dari penyuluh sangat penting untuk menambah wawasan seluruh anggota KWT. “Kesibukan ibu-ibu juga tidak lagi diisi hal yang tidak penting, tetapi lebih mementingkan usaha taninya untuk menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan juga bisa menambah akses keindahan, nilai estetika yang terdapat pada tanaman. Bahkan, dapat menampilkan kesan indah, pekarangan menjadi hijau dan asri, karena ditanami dengan berbagai macam jenis sayuran dan buah-buahan.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, insan pertanian harus bersyukur karena sektor pertanian tetap bisa survive dalam menyediakan pangan bagi masyarakat dalam masa pandemi covid-19 ini.

”Salah satu yang mendukung capaian ini adalah peran kostratani, yaitu diharapkan mampu memperkuat produksi dan koordinasi stakeholder pertanian seperti penyuluh, petani dan pelaku usaha di tingkat lapangan,” ujar Dedi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan mengatakan, tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya.

Untuk itu, saya mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di situasi pandemi Covid-19. Dengan sehat kita bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya," ujar Mentan.

 

Reporter : Desi K/Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018