Sunday, 09 May 2021


Kue Kering Mocaf, Lebih Sehat untuk Sajian Lebaran

29 Apr 2021, 07:29 WIBEditor : Yulianto

Riza CEO Rumah Mocaf | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Nastar, kastengel, lidah kucing dan lain – lain merupakan kue kering  yang wajib  dan biasanya ada saat Idul Fitri tiba. Berbeda dengan kreasi kue kering pada umumnya yang terbuat dari tepung terigu,  kue kering bikinan Rumah Mocaf Indonesia terbuat dari tepung mocaf (Modified Cassava Fluor). 

"Terbuat 100 persen dari tepung mocaf dari bahan baku singkong asli indonesia yang memberdayakan ratusan petani singkong. Tidak menggunakan terigu sedikitpun yang harus impor, memiliki rasa lebih enak dan renyah,” ujar Riza Azyumarridha Azra, CEO Rumah Mocaf Indonesia Banjarnegara Jawa Tengah.

Tak main – main menjelang lebaran ini penjualan kue kering tersebut sudah hampir menembus angka 1.000 toples. Karena menggunakan tepung mocaf yang gluten free, rendah indeks glikemiks dan kaya serat kue, Riza yakin, kue kering mocaf produksinya jauh lebih sehat dan cocok bagi yang sedang diet. “Rata – rata pemesannya adalah para pegiat hidup sehat,” ujarnya. 

Untuk meningkatkan penjualan Rumah Mocaf memberikan diskon menarik. Bagi yang membeli paket parcel yang terdiri dari Eggroll, Nastar, Lidah Kucing, Kastengel, Cookies Choco dan Cookies Berry akan mendapatkan diskon 15 persen. Namun diskon ini berlaku hanya untuk 100 paket parcel pertama yang dipesan pada periode order 26 – 30 April 2021.

Untuk diketahui Mocaf dibuat dari singkong dan melalui proses fermentasi serta mengalami perubahan karakteristik. Cita rasa mocaf menjadi netral, menutupi cita rasa singkong sampai 70 persen. Warnanya pun lebih putih daripada tepung singkong biasa.

Riza menambahkan, selain berbahan dasar tepung Mocaf, gula yang digunakanpun adalah yang terbuat dari singkong berkualitas terbaik dan telah bersertifikat Kementerian Kesehatan dan halal MUI. Gula sehat ini diproduksi oleh Rumah Mocaf Indonesia juga.

“Gula pemanisnya juga pakai garva gula singkong yang kandungannya juga lebih sehat dari gula kristal biasa, jadi cocok juga untuk penderita diabetes,” ujarnya.

Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian dalam negeri untuk menekan impor.  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus menyerukan agar pelaku usaha yang terbiasa mengandalkan bahan baku impor untuk menerapkan substitusi bahan baku yang biasa diimpor seperti tepung gandum dengan tepung yang terbuat dari komoditas hasil pertanian lokal.

Berkaitan dengan sumberdaya pangan lokal, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menyatakan, sumber daya pangan lokal yang mengandung keragaman antardaerah menjadi tumpuan upaya mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional.

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018