Thursday, 17 June 2021


Uniknya Komunitas Bonsai Kelapa Pinrang

23 May 2021, 11:35 WIBEditor : Ahmad Soim

Komunitas Bonsai Kelapa Pinrang | Sumber Foto:Suriady

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pinrang -- Para pecinta tanaman, anda bisa melengkapi koleksi tanaman di rumah dengan bonsai kelapa, varian bonsai yang satu ini tidak kalah menarik dengan jenis lainnya, bentuknya unik dan hasilnya pun tidak terlalu besar sehingga dapat sekaligus dihadirkan di dalam rumah sebagai unsur dekorasi natural tambahan.

Untuk memenuhi permintaan para pecinta bonsai kelapa, komunitas bonsai kelapa pinrang (BKP) terus berinovasi dan berkreasi untuk menghasilkan  berbagai  bentuk dan jenis bonsai kelapa.

Dimana saat ini Komunitas bonsai kelapa pinrang telah memiliki anggota yang telah mencapai 50 orang dari berbagai profesi dan latar belakang yang berbeda-beda

Komunitas bonsai kelapa pinrang (BKP) lahir ditl tengah pandemi Covid-19, pada saat itu sudah banyak pula masyarakat melirik untuk membudidayakan bonsai kelapa bahkan ada yang sudah membudidayakan bonsai kelapa beberapa tahun yang lalu dan ada pula yang masih baru, melihat tingginya animo masyarakat untuk menekuni bonsai kelapa, akhirnya lahirlah komunitas bonsai kelapa pinrang pada tahun 2020 yang lalu.

Sejak pandemi Covid-19, para anggota komunitas bonsai kelapa pinrang (BKP) aktif dalam menggeluti hobi dalam untuk melestarikan, membudidayakan dan memanfaatkan sabuk dan batok kelapa, yang pada umumnya dikenal bonsai kelapa.

Komunitas bonsai kelapa pinrang (BKP) mempunyai semboyan yakni "Sebutir Kelapa Sejuta Saudara" dan "Berkreatifitas Tanpa Batas".

Sesuai pantauan Reporter tabloidsinartani.com di salah satu galeri bonsai kelapa pinrang (BKP) beberapa model dan jenis bonsai kelapa yang terlihat berjejeran yang ada di dalam potnya seperti yang dibuat dalam bentuk on the rood, gruping, gurita, ukir burung, cendrawasih, kura-kura, tupai, ayam, laba-laba dan masih banyak jenis bonsai kelapa yang lainnya dan BKP memiliki jenis bonsai kelapa andalan yakni tanuki dan albino.

Uniknya, beragam model dan jenis bonsai kelapa yang berkarakter ini terbentuk bahkan di antaranya sudah ada berusia puluhan tahun, ada spot pemandangan yang dapat digunakan sebagai media hias di teras rumah, bahkan dapat dipajang di sudut ruang tamu sekali pun.

Saat Reporter tabloidsinartani.com berkunjung ke salah satu galeri milik anggota  komunitas bonsai kelapa pinrang (BKP) di Lapalopo, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Provensi Sulawesi Selatan, Komunitas BKP gelar Tudang Sipulung (duduk bersama) dengan membicarakan beberapa agenda BKP kedepannya yang dihadiri oleh Ketua Komunitas BKP, Ilyas Palelang dan para pengurus lainnya.

BACA JUGA:

Kepala Litbang BKP, Aris Ali yang ditemui Reporter tabloidsinartani.com di selah-selah acara tudang sipulung (duduk bersama) mengatakan bahwa " ada beberapa jenis kelapa yang digunakan dalam membuat bonsai kelapa yakni kelapa sayur, kelapa gading, ada gading orange, gading kuning, dan gading susu, ketiga jenis kelapa ini memiliki karakteristik berbeda-beda, bisa memilih jenisnya sesuai hasil yang diinginkan," jelas Aris Ali.

"Sedangkan untuk kelapa Albino, jika dilihat dari namanya sudah bisa dibayangkan warna dan jenis kelapa albino, warna kelapa albino cenderung putih tidak pucat polos, dan jauh lebih putih dari kelapa gading susu," jelas Aris Ali.

Lebih lanjut, Aris Ali mengatakan bahwa "para pembudidaya semakin tertarik dan respon masyarakat kabupaten pinrang cukup baik mengenai bonsai kelapa, mudah-mudahan bisa menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan membudidayakan bonsai kelapa," lanjut Aris Ali.

"Yang harus diperhatikan dalam merawat bonsai kelapa yakni rutin menyiram tanaman bonsai sehari sekali, tapi perlu diingat ketika musim kemarau mungkin harus lebih sering menyiramnya supaya tanaman bonsai kelapa tidak kering dan jangan lupa untuk memberikan pupuk, pemupukan bisa dilakukan setiap dua kali sebulan," kata Aris Ali.

Keunikan dari bonsai kelapa ini paling sulit untuk dibuat dibandingkan dengan bonsai-bonsai jenis pohon yang lain, kalau  pohon setelah dibentuk sudah bisa dipajang, selesai, tapi kalau kelapa setelah dibentuk harus dikontrol setiap bulan.

Semua kerajinan bonsai kelapa yang dibuat oleh para anggota BKP tidak semuanya berhasil, sebab, beberapa yang gagal tumbuh, karena dari cara merawat bonsai kelapa tersebut.

Meski hanya sekedar hobi, namun banyak anggota BKP secara financial dapat terbantu dengan adanya masyarakat yang terpikat dengan membeli hasil karya mereka.

"Harga sebuah bonsai kelapa tergantung dari keunikannya itu sendiri, semakin tua namun semakin kecil, maka sudah tentu harganya mahal, bonsai kelapa memang bervariasi bentuknya, ada yang kecil namun berdaun panjang dan lebar, meski itu kembali ke persoalan selera," lanjut Aris Ali.

Harga bonsai kelapa yang pernah dijual Aris Ali mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Aris Ali menambahkan "cara membuat bonsai kelapa yakni, pilih bibit unggul agar hasilnya bisa sesuai harapan, sebaiknya menggunakan bibit bonsai sudah agak tua sehingga lebih cepat tumbuh tunas baru, tentukan posisi batok, tanaman bonsai ini akan tumbuh mulai dari batoknya sehingga menentukan posisi batok juga tergolong penting agar bentuk tanaman bisa sesuai keinginan, kemudian bersihkan batok kelapa, hal pertama yang harus dibersihkan tentu sabuk kelapa pada batok, siapkan media tanam, ketika hendak menanam bonsai yang perlu diperhatikan adalah media tanam yang digunakan, setelah itu sediakan pot yang sesuai dengan ukuran batok kelapa terlebih dahulu, kemudian isi pot dengan campuran tanah, air, dan pupuk kandang," jelas Aris.

Lebih menariknya lagi di komunitas bonsai kelapa pinrang (BKP) memiliki Ibu Negara yang disingkat Ibner sama halnya dengan Ibu PKK, fungsi Ibner ini membantu dalam hal pemasaran dan terlibat  langsung apabila ada kegiatan BKP.

Anggota BKP memiliki galeri masing-masing sebagai tempat untuk memajang hasil karya bonsai kelapa mereka dan memiliki nama galeri yang unik seperti Dakar (Dolangan Kariango), Perancis (Parangki dan sekitarnya) Alaska (Alakkang dan sekitarnya) Bulgaria (Baruga dan sekitarnya), Jatim (Jaya Timur),  Jateng (Jaya Tengah), PDKL (Padakkalawa), Double LL.

Sejak terbentuknya komunitas bonsai kelapa pinrang (BKP) telah menyelenggarakan bursa dan sosialisasi kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di beberapa tempat yakni di Lawere Beach pada tanggal 1 November 2019, Restoran D, Markas 10 November 2019, Lapangan Lasinrang Park 12 Desember 2019, Pelataran Masjid Al-Munawir 15 Maret 2021, Cafe Pondok Rakyat tanggal 27 Maret 2021, Pelataran Percetakan RR Lipu saat bagi-bagi takjil di depan Al-Munawir 26 April 2021.

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018