Thursday, 17 June 2021


Kembali Fitri dan Alami dengan Bunga Telang

26 May 2021, 08:24 WIBEditor : Yulianto

Produk olahan bunga teleng | Sumber Foto:Astri Anto

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sekuntum bunga berwarna ungu yang menjalar di pagar halaman rumah serasa turut bersuka cita dalam merayakan Idul fitri. Inilah momen yang tepat bagi si ungu untuk menunjukkan sejuta manfaatnya.

Hari Raya Idul Fitri memang telat lewat. Berbagai menu makanan disajikan dalam perayaan Hari Kemenangan. Namun ada satu yang masih bisa menjadi catatan tersendiri, bagi kalangan ibu rumah tangga. Bahkan  menjadi inspirasi ke depan.

Kadang dalam membuat atau mengolah makanan kerap kita menggunakan zat pewarna yang dibeli dari toko bahan kue. Padahal di depan rumah atau sekeliling lingkungan ada tanaman bunga telang.  Ternyata, bunga telang atau butterlfy pea ini merupakan aalah satu sumber pewarna makanan alami.

Bunga yang dalam bahasa latinnya Clitoria ternatea ini  memiliki beragam warna bunga seperti pink, putih dan ungu. Namun yang paling banyak adalah bunga telang yang berwarna ungu.

Bunga telang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami baik makanan maupun minuman. Seperti halnya di Negeri Jiran Malaysia, warga menggunakan ekstrak bunganya untuk mewarnai nasi kerabu, sejenis nasi uduk yang berwarna biru dan juga ketan yang biasa disebut pulut tekan atau pulut tai.

Sedangkan di Thailand digunakan sebagai pewarna minuman dengan nama Nam Dok Anchan, yang biasanya disajikan dengan perasan jeruk lemon. Sedangkan pemanfaatan bunga telang di negara Filipina dan India dapat dikonsumsi sebagai sayuran.

Penggunaan bunga telang sebagai pewarna makanan dan minuman ini karena kandungan senyawa antosianin jenis delphinidin glikosida yang terdapat pada bunga telang yang berwarna biru. Antosianin adalah zat warna alami yang bersifat sebagai antioksidan yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan.

Kudapan sehat

Berbagai kudapan atau hidangan Idul fitri dapat memanfaatkan warna ungu bunga telang sebagai campuran pewarna baik untuk kue maupun minuman. Teh bunga telang, begitulah biasanya masyarakat menyebutnya.

Cara pembuatan teh bunga telang cukup sederhana. Cukup menyeduh 2-3 bunga telang untuk satu gelas air mendidih. Karena rasanya hambar, perlu ditambahkan gula untuk menambahkan rasa manis sesuai dengan selera.

Adapun kondisi bunga telang yang dapat diolah teh telang ini bisa berasal dari bunga telang yang masih segar ataupun bunga telang yang sudah kering. Semakin banyak bunga yang dilarutkan ke dalam air akan semakin biru warna air dalam gelas tersebut.

Variasi warna dapat pula diperoleh dengan menambahkan perasan jeruk lemon ataupun jeruk nipis ke dalam larutan teh bunga telang tersebut, warnanya akan berubah menjadi lebih keungunan. Selain itu bisa pula ditambahkan susu cair. Bagi yang suka minuman dingin bisa menambah es batu.

Selain untuk minuman, bunga telang juga dipergunakan untuk membuat warna biru pada kue bolu, apem, pulut, wajik, nagasari, martabak, puding bahkan stick telang. Selain itu dapat pula memberikan warna biru pada nasi yang diinginkan.

Caranya adalah memasukkan air rebusan bunga telang kepada setiap adonan dan diaduk agar merata. Semakin banyak bunga telang yang direbus, makan warna yang diperoleh akan semakin pekat.

Warna bunga telang ini tidak akan mempengaruhi rasa pada kue, hanya akan merubah warnanya saja. Tingkat kemanisan kue dapat diatur dari pemberian gula pada adonan. Tingkat kepekatan warna dapat diatur dari banyak sedikitnya bunga telang yang direbus. 

Sudah tepat kiranya, keluarga disuguhkan hidangan tradisional yang alami, tanpa bahan pengawet dan pewarna sintesis. Salam sehat.

 

 

Reporter : Astri Anto/Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018