Thursday, 17 June 2021


Kampanye Makan Daging Ayam dan Telur, Targetkan Ibu-Ibu PKK

26 May 2021, 16:50 WIBEditor : Gesha

Kampanye konsumsi ayam dari rumah tangga | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, para pelaku bisnis perunggasan tanah air tetap giat melakukan upaya kampanye makan daging ayam dan telur guna mendorong peningkatan konsumsi kedua bahan pangan kaya gizi tersebut. Tahun ini sasaran kampanye diantaranya adalah ibu-ibu anggota PKK di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Ketua Bidang Usaha dan Promosi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia), Ricky Bangsaratoe, menjelaskan, kegiatan kampanye makan daging ayam dan telur telah menjadi agenda tahunan dan didukung segenap pelaku usaha yang tergabung dalam banyak wadah organisasi/asosiasi bidang perunggasan.

Kegiatan kampanye berkelanjutan digiatkan berangkat dari adanya keprihatinan akan masih rendahnya konsumsi daging ayam dan telur oleh masyarakat Indonesia. Padahal kedua jenis bahan pangan tersebut kaya akan protein yang dapat meningkatkan status gizi balita hingga lansia.

Kampanye gizi daging ayam dan telur sudah dilaksanakan di berbagai daerah. Untuk tahun 2021 kegiatan kampanye gizi dikemas dalam bentuk talk show , webinar, lomba kreasi tiktok serta penyampaian paket sumbangan daging ayam dan telur kepada masyarakat daerah rawan stunting di Bandung Raya.

“Tahun ini rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak Maret dan acara puncaknya dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN),” tutur Ricky

Acara webinar bertema “Gizi Ayam dan Telur untuk Meningkatkan Imunitas dan Kesehatan Tubuh” sebagai salah satu rangkaian kegiatan kampanye daging ayam dan telur yang dilaksanakan Selasa (25/05) cukup menarik perhatian karena diikuti ratusan anggota tim penggerak PKK se-Provinsi Jawa Barat.

Konsumsi Rendah

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat yang juga istri Gubernur Jabar, Atalia Praratya Kamil, mengapresiasi penyelenggaraan webinar dengan mengundang ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam wadah tim penggerak PKK. Hal ini mengingat kontribusi kaum ibu sangat besar dalam penyediaan menu keluarga yang bergizi.

Dalam sambutannya ia menyatakan sangat menyayangkan konsumsi daging ayam dan telur masyarakat Jabar yang masih relatif rendah padahal Jabar tergolong sebagai wilayah terbesar dalam memproduksi daging ayam dan telur .

Tingkat konsumsi daging ayam masyarakat Jabar baru di angka 8,14 kg per kapita per tahun , sedangkan untuk telur masih 7,85 kg per kapita per tahun atau hanya 126 butir per tahun.

“Ironisnya, data menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat per bulan untuk membeli rokok lebih tinggi daripada pengeluaran untuk membeli daging ayam dan telur,” tuturnya.

Di acara webinar kali ini karenanya Atalia mengimbau kepada para ibu penggerak PKK untuk turut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi daging ayam dan telur mengingat disamping mengandung nilai gizi tinggi, kedua bahan pangan hewani tersebut harganya terjangkau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar, Jafar Ismail, mengemukakan bahwa produksi daging ayam dan telur di tingkat lokal sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Jabar. Produksi ayam ras pedaging (broiler) Jabar tercatat nomor empat terbesar sedangkan produksi telur di urutan nomor dua secara nasional.

“Tak hanya produksi daging dan telur ayam ras, kami juga terus mendorong peningkatan produksi ayam kampung Sentul . Sejauh ini kami telah menyampaikan bantuan 50 ribu ekor bibit Ayam Sentul kepada 50 kelompok peternak di Jabar,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018