Friday, 18 June 2021


Jeroan Hati Berbahaya untuk Bayi dan Anak?

08 Jun 2021, 18:04 WIBEditor : Gesha

MPASI dengan Hati Ayam | Sumber Foto:Heni At Singapur

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Siapa yang tidak kenal dengan jeroan Hati? Dokter Spesialis Anak (DSA) bahkan menyarankan jeroan Hati ayam menjadi Makanan Pendamping ASI (MPASI), meskipun ada pendapat jeroan (termasuk Hati) mengandung kolesterol. 

Jagat maya kali ini tengah dihebohkan cuplikan video advertorial pada salah satu stasiun TV swasta yang memojokkan jeroan hati (baik sapi maupun ayam) merupakan tempat pembuangan (sekresi racun) dari makhluk hidup. 

"Jeroan Hati mengandung kolesterol tinggi, tempat pembuangan metabolisme dan sebagainya Bisa dibayangkan kalau jeroan itu diberikan kepada anak-anak," ungkap Dokter Gizi Klinik, dr. Samuel Oetoro , SpGK(K) yang menjadi narasumber. 

Sontak saja pendapat ini membuat gaduh dan memancing berbagai pendapat di kalangan dokter. Salah satunya Dokter Ahli Nutrisi, dr. Tan Shot Yen yang terkenal dengan gaya berbicara tanpa basa basi alias apa adanya kepada pasiennya.

"Saya marah banget ya dengan Tiktok viral Dokter yang menistakan Hati ayam. Sebab jika hatinya penuh racun maka ayamnya sakit dan pastinya pantang dijual," tukasnya dalam Instagram stories pribadinya, @drtanshotyen. 

Dirinya mengaku geram juga jika bangsa Indonesia disuruh menjadi pemakan suplemen dan kemasan. Dokter Tan juga menyebutkan di berbagai jurnal internasional sudah banyak disarankan yang sehat Dan murah dengan pangan lokal yaitu Hati ayam. 

"Hati ayam, zat besinya 7 Kali lipat daging sapi yang jauh lebih mahal Dan tidak bisa disaring sempurna (untuk menu MPASI)," tegasnya.

Untuk bisa digunakan sebagai MPASI, dr. Tan menyarankan agar konsumen pintar memilih Hati ayam yang segar berwarna tua, licin tidak bergerigi Dan tidak Amis.

Batas Konsumsi

Pendapat tak jauh berbeda juga diungkapkan Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr.Christopher Adrian. Menurutnya hati ayam disarankan dikonsumsi untuk bayi anak-anak, dengan jumlah tertentu. 

"Dalam hati ayam mengandung vitamin A 6000 iu. Sehingga konsumsi Hati ayam pada bayi diatas usia 2 bulan sangat disarankan. Bisa setengah sampai 1 potong Hati ayam yang dikonsumsi per hari," jelasnya.

Sehingga untuk MPASI, dr. Christopher menyarankan bayi dan anak untuk diperkenalkan dengan sumber protein selain Hati Ayam. 

Untuk penderita anemia, Hati ayam sangat direkomendasikan dokter karena mengandung zat besi, vitamin B12 dan Asam folat yang digunakan sebagai bantuan bahan baku pembentukan sel darah merah. 

Untuk konsumsi pada orang dewasa yang tidak mempunyai penyakit kolesterol atau Asam urat tinggi, disarankan mengkonsumsi 1 potong Hati ayam dalam sehari. 

"Jangan juga menggoreng Hati ayam karena akan menambah lemak jenuh pada hati, sebaiknya Hati ayam direbus, dikukus, dipepes dan Tim," sarannya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018