Senin, 04 Maret 2024


Bawang Dayak, si Merah Penuh Khasiat

25 Jun 2021, 18:40 WIBEditor : Yulianto

Bawang dayak | Sumber Foto:echa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pernah mendengar nama Bawang Dayak? Mungkin banyak orang yang belum familiar dengan tanaman tersebut. Selama ini masyarakat lebih mengenal, bawang merah, bawang putih atau bawang bombai.

Dari namanya, mungkin bisa ditebak kalau tanaman ini berasal dari Pulau Borneo, Kalimantan. Ternyata dari hasil penelitian, Bawang Dayak memiliki sejuta manfaat. Bawang yang memiliki nama lain Bawang Tiwai tumbuh liar di hutan Kalimantan.

Selain terkenal dengan nama Tiwai, masyarakat Dayak biasa menyebutnya dengan “bawang hutan atau bawang kambe”. Tumbuhan ini berbunga dan berumbi.

Salah satu peracik obat herbal yang sudah menekuni dunia herbalis sejak kecil adalah Kameliati. “Bawang Dayak sudah banyak diteliti oleh para pakar dan bisa mengobati beragam penyakit kanker, bisa dikonsumsi langsung, dikeringkan atau dibuat kapsul,” katanya.

Untuk mendapatkan khasiat maksimal, menurut Kameliati, sebaiknya Bawang Dayak diambil saat pertumbuhannya mencapai puncak vegetatif. Yakni, saat baru muncul kuncup bunga. Tanamannya sendiri memiliki ciri daunnya berbentuk pita sepanjang 15-20 cm, lebar 3-5 cm mirip palem dengan tulang daun sejajar. Bunga berwarna putih dengan kelopak berjumlah lima.

Efek Farmakologi

Pengalaman menunjukkan tanaman ini dapat meningkatkan efek farmakologi. Bawang Dayak mengandung senyawa seperti Alkaloid, Saponin, Triterfenoid, Steroid, Glikosida, Tanin, Fenolik dan Flavonoid yang biasa dijadikan bahan baku obat.

Hasil uji klinis di Yayasan Kanker Indonesia di Sidoarjo (Jawa Timur), tanaman ini tidak mengandung gula, ragi, penyedap, pewarna dan zat pengawet (aman konsumsi, alami tanpa efek samping). Bawang Dayak selain sebagai anti infeksi, anti bakteri, anti radang dan pembersih darah juga berkhasiat menyembuhkan gejala kronis, terutama penyakit dalam seperti kanker/tumor.

Dalam sistem peredaran darah dan saraf, Bawang Dayak dapat mengembalikan fungsi pembuluh darah sebagai pembawa oksigen, nutrisi dan antibodi, menormalkan sistem kerja jantung yang lemah, mengatasi gejala nyeri dada dan jantung berdebar, melancarkan sirkulasi darah karena asam urat, mengontrol panas kaki dan peradangan pembuluh vena karena varises.

Untuk sistem pencernaan dan metabolisme, tanaman ini bisa mengobati radang usus (gejala thypus), maag akut/nyeri lambung, gangguan pankreas, menurunkan kolesterol dan berat badan berlebih (obesitas), mengurangi lemak, melancarkan bab, mencegah sembelit, mual dan kembung dan mengencangkan perut.

Bawang Dayak cukup efektif mengatasi gangguan pada sistem pernafasan. Misalnya, mengurangi lendir dalam paru-paru, sakit dada karena muntah darah dan radang paru-paru karena TBC, mengatasi bronkhitis (asma akut), membantu mengatasi sinusitis akut, polip/bersin-bersin.

Bagi kalangan hawa, Bawang Dayak berkhasiat untuk organ kewanitaan dan reproduksi. Misalnya, melancarkan haid dan gangguan nifas, mengatasi nyeri haid, membersihkan rahim, mencegah dan mengurangi lendir keputihan. Bahkan bisa untuk menjaga dan merawat organ intim, merapatkan vagina, mengeringkan radang payudara, mengatasi kanker rahim (kista/myioma), memberikan perawatan kesehatan pasca melahirkan.

Untuk kalangan pria, Bawang Dayak juga bisa mengatasi kanker prostat, mengurangi pembengkakan, meningkatkan libido, mengatasi gangguan vitalitas/fungsi seksual (disfungsi ereksi/impoten dan ejakulasi dini), memperkuat daya tahan sperma dan mengatasi kelainan fungsi seksual akibat diabetes dan jantung.

Para ahli berpendapat bahwa antioksidan yang terdapat pada Bawang Dayak mampu mereduksi resiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018