Saturday, 23 October 2021


Pegagan, si Liar Penurun Tekanan Darah  

30 Sep 2021, 11:04 WIBEditor : Yulianto

Pegagan, tanaman liar yang mampu turunkan tekanan darah tinggi | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang ----Pegagan adalah jenis tanaman ini tumbuh liar di beberapa tempat, misalnya padang rumput, area persawahan, dan tepi selokan.  Siapa sangka pegagan bisa mengurangi atau menstabilkan tekanan darah dan mengobati asam urat.

Tanaman pegagan khasiat menurunkan tekanan darah tinggi, radang dan pembengkakan hati, asma, batuk, batu ginjal, keracunan, pendarahan, rematik, memperlancar sirkulasi darah, demam, lepra, penenang ringan, sakit kulit, sakit tenggorokan, dan bersifat antioksidan serta hipoglikemik. Pegagan juga dapat memperkuat fungsi saraf untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.

Menurut Herbalis, Wahyu Suprapto, pada uji fraksi triterpenoid herba pegagan terhadap 89 orang dengan kasus hipertensi mikroangiopati, menunjukkan aktivitas hipertensi secara bermakna dan tidak timbul efek samping pada uji ini. Pemberian infusa herba pegagan terhadap tekanan darah hewan menunjukkan aktivitas hipotensi penurunan tekanan darah.

Pemberian pegagan dengan dosis 2 kali sehari 500 mg pada penderita hipertensi usia lanjut menunjukkan efek penurunan tekanan darah,” katanya.

Resep untuk hipertensi, sediakan 20 lembar daun pegagan segar atau sekitar 30-60 gram herba pegagan segar dan sediakan 3 gelas air. Rebus daun pegagan dengan 3 gelas air hingga tersisa tiga perempat gelas, setelah dingin saring dan minum sehari sekali masing-masing 1/3 bagian, untuk menambah rasa ditambahkan gula secukupnya lakukan setiap hari. Jika menggunakan serbuk kering dosis yang dianjurkan 0,6 gram sehari 3 kali.

Untuk mnegobati asam urat, sediakan 50 gram herba pegagan segar, 50 gram herba meniran segar, 50 gram herba gandarusa segar, 10 lembar daun salam segar dan air secukupnya. Caranya, cuci semua bahan diatas lalu masukkan dalam panci (non logam) dan tambahkan air sampai 2 cm di atas permukaan bahan. Rebus hingga mendidih selama 15 menit, saring dan biarkan dingin, minum air rebusannya 2 kali sehari masing-masing setengah bagian.

Kenali tanaman pegagan

Pegagan merupakan herba menahun tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon yang merayap dengan panjang 10-80 cm. Akar keluar dari bonggol, bercabang membentuk tumbuhan baru.

Daun tunggal bertangkai panjang sekitar 5-15 cm berbentuk ginjal, tepi bergerigi, tersusun dalam roset terdiri atas 2-10 helai daun. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa paying, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun.

Tangkai bunga 5-50 mm. Buah lonjong atau pipih dengan panjang 2-2,5 mm. Akar rimpang pendek dan akan merayap dengan panjang 0,1-0,8 meter.

Pegagan mengandung senyawa asiaticosida dan garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, zat samak. Senyawa glikosida, triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawa sejenis mempunyai khasiat anti lepra.

Daun kaki kuda mengandung senyawa glikosida trigergepnoida, alkaloid hidrokotilin, steroid, tannin, minyak atsiri, gula pereduksi dan garam-garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium, dan besi.

Namun tidak dianjurkan pada penderita yang alergi pada tanaman ini dan penderita epilepsy. Pegagan mempunyai efek abortivum dan mengganggu siklus menstruasi. Kandungan brahmanosida dan brahmosida dilaporkan menyebabkan relaksasi uterus tikus, sehingga dihindari penggunaan pada masa kehamilan dan menyusui.

Jangan digunakan lebih dari 6 minggu, penggunaan ekstrak pegagan dalam dosis sangat besar mempunyai efek menekan sistem saraf hewan, dilaporkan bahwa pegagan mempunyai efek anti fertilitas pada tikus dan manusia, juga mengurangi fertilitas tikus betina.

 

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018