Saturday, 23 October 2021


Nasi Jagung Goreng, Sentuhan Manis Chacha Frederica

14 Oct 2021, 22:29 WIBEditor : Yulianto

Chacha Frederica dengan menu nasi jagung goreng | Sumber Foto:Pemkab Kendal

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Nasi jagung menjadi salah satu pangan lokal di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.  Namun di tangan Wynne ‘Chacha’ Frederica, nasi jagung yang semula biasanya saja menjadi istimewa.

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Kendal yang juga mantan artis sinetron dan film ini mengolah nasi jagung menjadi nasi goreng jagung. Dengan sedikit sentuhan, pamor nasi jagung pun naik peringkat.

Sebagai istri Bupati Kendal, Chacha terus menyosialisasikan pangan lokal tersebut. Nasi jagung yang selama ini sebatas dikonsumsi masyarakat Kendal yang berada di pegunungan, kini sudah turun gunung hingga wilayah pinggir laut.

“Nasi goreng jagung menjadi salah satu resep favorit andalan yang sering diolah dan dimasak langsung Bu Chacha ketika melakukan demo masak,” kata Ketua Pokja 3 PKK Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Wa Ode Selfi Darfiah saat Talkshow Diversifikasi Pangan Series 7 yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bersama Badan Ketahanan Pangan, Kamis (14/10).

Bahkan menurut Selfi, olahan nasi goreng jagung kini terkenal dan viral setelah dipromosikan secara terus menerus. Kini nasi jagung kini sudah menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Kendal.

Selfi bercerita, masyarakat Kabupaten Kendal yang berada di Selatan atau di dataran tinggi sudah sangat familiar dengan nasi jagung. Namun untuk masyarakat yang berada utara alias di wilayah pesisir pantai masih kurang tertarik karena terbiasa mengkonsumsi nasi.

Namun Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal mempunyai cara unik untuk mengenalkan nasi jagung di wilayah pesisir. Misalnya dengan menyediakan menu tersebut saar ada acara atau event di wilayah tersebut.

Banyak kegiatan yang sudah dilakukan, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa untuk mensosialisasikan aneka ragam pangan lokal. Masyarakat diajak terus menerus mengonsumsi pangan selain beras, utamanya nasi jagung,” tuturnya.

Selain nasi jagung, pengembangan pangan lokal lainnya adalah kegiatan mengolah mie berbahan dasar ikan.  Sebagai salah satu kabupaten yang berada di Pantai Utara Jawa Tengah, Kendal memiliki potensi hasil ikan yang cukup besar.

Pengolahan mie ikan tersebut ungkap Selfi sejalan dengan upaya peningkatan asupan protein hewani dan gizi masyarakat dalam mengurangi stunting pada anak. Penurunan stunting pada anak merupakan salah satu program penting yang menjadi tugas PKK Kabupaten Kendal,” katanya.

Peran Media Sosial

Untuk menyosialiisasikan pangan lokal, media sosial menjadi salah satu cara jitu bagi Kabupaten Kendal memperkenalkan ke masyarakat. Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK daerah tersebut, Chacha Frederica kerap mempromosikan produk pangan lokal daerah melalui medsos pribadinya, instagram.

Seringkali kata Selfi, Ibu Chacha turun melihat perkembangan usaha masing-masing UMKM dan berinteraksi secara langsung untuk mengetahui kendala yang dihadapi, serta membantu mencari solusinya. Ibu sangat concern sekali membina, mensupport dan mempromosikan UMKM Lokal. Kegiatan pameran juga digelar, sebagai wahana interaksi antara UMKM dengan masyarakat konsumen,” tuturnya.

Salah satu pangan olahan baru yang kini tengah disosialisasikan adalah cake berbahan baku temu ireng (temu hitam). Pada kondisi mentah atau sebelum dimasak, temu ireng rasanya pahit, namun setelah diolah menjadi cake rasa pahitnya hilang. “Ini karena saat pengolahan hanya pati sarinya saja yang diambil,” katanya.

Pengolahan temu ireng ini sekaligus membuktikan banyak potensi lokal yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pangan lokal di masyarakat. Namun menurut Selfi, perlu upaya serius dan konsisten agar masyarakat mau secara sadar untuk mengkonsumsinya.

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018