Wednesday, 01 December 2021


Sambiloto, si Pahit Pereda Aneka Penyakit

30 Oct 2021, 06:57 WIBEditor : Yulianto

Tanaman sambiloto | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Sambiloto sudah banyak dikenal masyarakat sebagai salah satu tanaman yang berkhasiat herbal. Dengan rasanya yang pahit, seluruh bagian tanaman sambiloto dapat mengurangi atau menurunkan beberapa penyakit.

Herba sambiloto berkhasiat untuk mengatasi disentri, diare, radang amandel, radang paru, radang saluran napas, anti radang, anti bakteri, mengontrol reaksi imunitas, penghilang nyeri, pereda demam, kencing nanah, kencing manis, darah tinggi, kanker, asam urat dan kusta.

Akar mengandung andrographin, epigenin. Herba atau seluruh bagian tanaman mengandung: andrographolida. Batang mengandung andrographisida. Daun mengandung andrographolide, asam kafeat, asam klorogenat. Daun dan percabangannya mengandung lactone, flavonoid, mineral (kalium, kalsium, natrium asam kersik dan damar).

Sambiloto memiliki nama latin Andrographis paniculata ness. Para ahli taksonomi menggolongkan ke dalam famili Acanthaceae. Ciri dari tanaman sambiloto adalah herba semusim dengan tinggi mencapai 50 cm. Batang berkayu, pangkal segi empat saat masih muda dan bulat setelah tua.

Percabangan monopodial dan berwarna hijau. Daun tunggal bulat telur bersilang berhadapan dengan pangkal dan ujung runcing, tepi rata, panjang 5 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna hijau. Bunga majemuk bentuk tandan di ketiak daun dan ujung batang, kelopak langset berbagi lima, pangkal berlekatan berwarna hijau.

Benang sari dua, bentuk bulat panjang, kepala sari bulat ungu, putih pendek, kepala putik ungu kecoklatan, mahkota lonjong pangkal berlekatan, ujung pecah menjadi empat, bagian dalam putih berwarna bernoda ungu, bagian luar berambut, merah. Buah kota bulat Panjang, ujung runcing, tengah beralur, berwarna hijau dan setelah tua hitam. Akar tunggang berwarna putih kecoklatan.

Efek Farmakologi

Pemberian rebusan daun sambiloto 40 persen sebanyak 20 ml/kg dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih. Senyawa andrographolid pada herba sambiloto dapat menurunkan aktivitas pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa nonkarbohidrat seperti piruvat dan laktat, sehingga kadar gula darah dapat dikendalikan.

Komponen aktif seperti neoandrographolid, andrographolide, grapholide berkhasiat anti radang dan anti piretik. Pada pengujian in vitro air rebusan sambiloto merangsang daya fagositosis sel darah putih sehingga meningkatkan kekebalan tubuh. Wanita hamil dan menyusui dilarang menggunakan herbal ini karena dapat menyebabkan keguguran (mempunyai aktivitas abortifacient). Hati-hati pada penderita yang alergi terhadap tanaman ini.

Ekstrak kasar sambiloto tidak boleh diinjeksikan karena bagian buah terutama bijinya beracun, jika buah segar dimakan langsung bisa menyebabkan bengkak di mulut, sariawan, mabuk, kejang sampai pingsan. Penggunaan dalam jangka waktu lama dan dosis berlebihan menimbulkan efek samping seperti sakit kepala kronis.

Beberapa Resep

Untuk kencing manis sediakan ½ genggam atau 30 gram daun sambiloto segar dan 3 gelas air. Cara membuatnya, daun sambiloto dicuci bersih direbus dengan 3 gelas air, hingga tersisa 2 gelas, setelah dingin saring dan dibagi 3 untuk diminum sehari 3 kali setelah makan.

Sedangkan resep untuk tekanan darah tinggi dengan 10-20 gram herba sambiloto kering ditambah 1 gelas air mendidih. Caranya, cuci daun sambiloto kering lalu seduh dengan segelas air mendidih, dan tutup sesaat, minum ramuan ini 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Adapun untuk asam urat siapkan 20-30 gram serbuk kering herba sambiloto dan 1 gelas air mendidih. Seduh serbuk sambiloto dengan segelas air mendidih lalu tutup dan biarkan dingin, minum airnya saja sekaligus.

Bisa juga dengan 20 gram herba sambiloto segar, 15 gram daun dewa segar, 10 gram rimpang kunyit segar, 7,5 gram Adas kering dan 3 gelas air.  Cuci bersih semua bahan lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, saring dan biarkan dingin, minum air rebusan sekaligus pada pagi hari. Ampasnya dapat direbut kembali untuk diminum sore hari, tetapi tidak lebih dari 2 kali perebusan.

Reporter : Soleman
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018