Thursday, 30 June 2022


Ciri Jeroan Terkena Virus PMK

20 Jun 2022, 14:35 WIBEditor : Gesha

Jeroan Sapi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Jeroan sapi sebenarnya sudah dikenal sebagai makanan enak yang biasa dikonsumsi masyarakat. Namun sekarang dengan mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), masyarakat disarankan untuk tidak mengkonsumsi jeroan terlebih dahulu. Tapi tentu saja, ada beberapa pedagang jeroan nakal yang bisa saja mencampur jeroan sehat dengan jeroan yang berpenyakit. Sebenarnya, ada ciri khususkah jeroan yang terkena virus ini?

Banyak orang sangat gemar makan olahan jeroan sapi. Bagian jeroan, seperti lambung dan usus, memang dapat dimasak menjadi menu yang sangat lezat. Sebut saja soto babat, menu ini sangat digemari banyak orang di Indonesia. Namun kegemaran masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi jeroan seperti babat, iso (usus) dan lainnya harus dihentikan sementara seiring penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sekarang ini. Sebab ada beberapa bagian pada hewan ternak yang memiliki potensi besar terdapat virus PMK, di antaranya yakni kepala hewan, kaki, dan jeroan atau organ dalam.

"Bagian di organ tubuh tersebut adalah bagian yang paling terserang oleh virus, maka daging di sekitar organ tersebut harus dihindarkan, selain kolesterol tinggi, juga menjadi tempat bersarang virus PMK," sebut Medik Veteriner dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Grobogan, drh. Aisyah Purnomosari.

Untuk daging, masih bisa dikonsumsi oleh manusia setelah melalui proses pemasakan yang matang. Daging terinfeksi penyakit kuku dan mulut tidak mengeluarkan bau yang khas, sehingga masih serupa dengan daging yang sehat. Karena itu, setelah membeli daging segar sebaiknya segera rebus matang 100 derajat celcius selama 30 menit saja, jangan dicuci. Kalau pun mau disimpan, simpan di kulkas selama 24 jam baru dipindahkan ke freezer.

"Sedangkan pada organ dalam atau jeroan, ada ciri-ciri khusus yang bisa dikenali pembeli. Misalnya pada babat itu ada lepuh dan erosi (luka) sedangkan pada jantung ada tanda tiger zone-nya," tuturnya.

Virus ini banyak ditemukan di laring, jakun, dan trakea. Hal ini juga berlaku untuk kepala ternak, karena virus umumnya bersarang di bagian kepala seperti mulut, langit-langit mulut, rongga hidung, kerongkongan, dan kelenjar pertahanan kepala. Lidah dan mulut terlihat luka seperti sariawan.

Karena itu, pedagang sebaiknya tidak menjual bagian jeroan yang terkena PMK tersebut. Namun jika pedagang masih nakal dan tetap menjual jeroan dengan ciri tersebut, maka pembeli bisa melaporkannya ke kepolisian yang kini juga tergabung dalam Satgas PMK di Kota/Kabupaten.

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018