Monday, 08 August 2022


Pari Corek, Seni Lukis Di Lahan Sawah Ala Sri Gunawan

01 Jul 2022, 14:37 WIBEditor : Herman

Pari Corek, Karya Seni di atas lahan Sawah Karya Sri Gunawan | Sumber Foto:Djoko W

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Bila Jepang ada Tanbo Art yang merupakan seni lukis di atas lahan sawah, maka di Indonesia juga tidak kalah. Tepatnya di dusun Sambirejo, desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang juga ada karya seni serupa yang diberinama Pari Corek.  

Lukisan raksasa tiga perempat badan Ir. Soekarno, Sang Proklamator seperti tergeletak begitu saja dibelakang “Loji Londo coffee”  milik Sri Gunawan. Seniman dan pegiat pariwisata, yang satu ini tidak pernah berhenti untuk berkreasi.  

Dengan kreatifitasnya di lahan sawah yang ditanami  padi IR berwarna hijau dan padi wulung berwarna ungu kehitaman tercipta sebuah lukisan landscape Sang Proklamator yang indah, yang dapat bergoyang lembut ketika ditiup angin.  

Oleh penciptanya, kreasi seni ldiatas lahan sawah tersebut diberi nama “Pari Corek” yang artinya “Coretan Padi” atau “ Padi bermotif”.  

Sudah tiga musim Gunawan berkreasi “melukis” sawahnya. Yang pertama ia bereksperimen  melukis wajahnya sendiri. Musim kedua dia berhasil melukis wajah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan yang ketiga Gunawan melukis Sang Proklamator, Ir. Soekarno.  

Untuk menikmati pari corek, pengunjung harus naik ke menara yang sudah dibangun pula oleh pelukis berbrewokan putih ini, dan tidak dipungut biaya sepeserpun (gratis).   

Sejak pertama kali di gelar dan menjadi viral di media sosial,  jumlah pengunjung “Loji Londo coffee”  meningkat dua kali.lipat. Tak kurang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tertarik juga untuk mengunjungi dan melihat lukisan unik ini.   

Dua kali Ganjar Pranowo berkunjung, pertama ketika  wajahnya menjadi model lukisan, pada bulan Maret 2022.  Ketika itu Gubernur Ganjar Pranowo memberikan apresiasi atas ketekunan Sri Gunawan, menyusun tanaman padi hingga membentuk lukisan yang:  “ Sangat mirip” kata Ganjar Pranowo.  

Yang kedua 28 Juni.2022, saat Gubernur Jawa Tengah  hadir memenuhi undangan Pokdarwis Dewi Sri. Dalam rangka bulan Pancasila. Dimana pada momen tersebut Pokdarwis menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Antara lain lomba pidato, lomba desain kaos, panggung kesenian tradisional dan musik.  

Sebagai puncak acara sore itu , dengan disaksikan Gubernur Ganjar pranowo mereka melakukan ritual tradisi wiwit tanam padi. Acara budaya itu di beri tema “MELALUI SENI KITA (H)E(A)LING PENDIRI NEGERI “ 

Pari corek yang menjadi viral, membuat animo masyarakat untuk datang melihat terus meningkat bahkan mencapai tiga kali lipat. Bukan hanya itu, banyaknya kalangan mahasiswa yang juga ingin bergabung dalam proses kreatif Padi Corek membuat Gunawan berniat untuk mengembangkan Pari Corek menjadi ikon desa wisata tempatnya bermukim.

Gunawan berkolaborasi dengan beberapa pihak, antara lain  kelompok Sadar Wisata  (Pokdarwis) Dewi Sri desa Bergas Lor, penggiat budaya di Karangjati, juga para taruna-taruni generasi milenial untuk bersama-sama mewujudkan keinginamnya tersebut. 

“Proses melukis sawah hingga berwujud Bung Karno membutuhkan waktu 3 minggu dan dikerjakan bersama 21 orang yang terdiri dari anak muda dan mahasiswa,” ungkap Sri Gunawan menjawab pertanyaan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

Lebih lanjut Ganjar Pranowo menyampaikan penghargaan atas jerih payah para petani, para seniman dan pegiat wisata, yang dapat mengangkat harkat tanaman padi.

 

"Disamping sebagai tanaman pangan yang kita butuhkan sehari-hari, ternyata  juga dapat menjadi bentuk kesenian bernilai artistik tinggi dengan wajah Bung Karno,” katanya.

Ganjar juga mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap Pancasila. “ Amalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari, tetap menjadi masyarakat yang toleran, masyarakat gotong royong, suka membantu tetangga kiri kanan, selalu berbuat adil dan selalu bersatu,” pungkasnya. 

Sedangkan Sri Gunawan yang larut bersama ribuan masyarakat yang hadir,  terlihat puas dan berbesar hati atas kedatangan Gubernur. Dia bersama teman-teman komunitasnya berharap, semoga kedepan upaya mewujudkan Desa Bergas Lor sebagai desa wisata, setapak demi setapak dapat dicapai.

Sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat yang berbasis pertanian dapat terangkat, sekaligus terangkat juga kemajuan pertanian dengan mempertahankan nilai-nilai tradisi. 

Reporter : Djoko W
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018