Senin, 22 April 2024


Apakah Minyak Makan Merah Mempengaruhi Warna dan Rasa Masakan?

22 Mar 2024, 07:00 WIBEditor : Gesha

Chef Juna mencoba minyak makan merah | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, MEDAN -- Video memasak yang dirilis oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di kanal YouTube mereka menampilkan Chef Dwi Rachman menyiapkan nasi goreng dengan ayam goreng kalasan, telur dadar, dan oseng sayuran menggunakan minyak makan merah. 

Minyak yang digunakan benar-benar berwarna merah. Jejak warna merah tersebut bahkan terlihat jelas pada wadah minyak berupa mangkuk alumunium yang digunakan oleh Chef Dwi.

Chef Dwi memulai proses memasak. Menurutnya, menggunakan minyak makan merah membuat minyak cepat panas dan menghemat penggunaan api. Bahkan dengan api kecil, minyak makan merah lebih cepat panas daripada minyak goreng biasa.

Tidak ada masalah dalam proses memasak dengan minyak makan merah. Semuanya berjalan seperti biasa bagi Chef Dwi. Ketika menggoreng ayam dan telur, minyak makan merah berfungsi dengan optimal.

Setelah selesai, Chef Dwi menjelaskan bahwa terdapat perbedaan yang jelas antara memasak dengan menggunakan minyak makan merah dan minyak goreng biasa, terutama pada perubahan warna.

Minyak makan merah ini diakui Chef Dwi mengandung Provitamin A dan E, sehingga memiliki lebih banyak kandungan gizi. Perbedaan yang signifikan terlihat pada tekstur warna dan rasa.

"Warnanya sedikit lebih kemerahan tetapi rasanya tidak berubah. Rasanya lebih kompleks dan sedikit memiliki ciri khas kelapa sawit," tambah Chef Dwi.

Dalam video lain yang diunggah oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki di Kanal pribadinya, Chef Juna terlihat mencoba minyak makan merah untuk membuat tumisan Beef Krecek dengan Kacang Mede. 

Menurutnya,  minyak makan merah potensial menjadi substitusi minyak goreng. Bahkan chef Juna juga suka dengan warnanya. "Warna tumisan menjadi lebih pekat dan warna minyak makan ini terlihat menggiurkan," sebutnya. 

Proses memasak pun tidak ada bedanya jika dibandingkan dengan minyak bening. "Tidak mengubah cita rasa masakan. Kualitas makanan tidak berkurang, jadi sama saja dengan minyak goreng bening biasa," tuturnya.

Tapi menurutnya, lebih penting lagi adalah kandungan gizi minyak makan merah. "Kaya akan kandungan vitamin A dan E, bahkan harganya pun bisa jauh lebih murah daripada minyak goreng," urainya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018