
Bogor bukan cuma soal hujan dan asinan, tapi juga punya warisan rasa dari 4 merek kopi legendaris yang tetap bertahan hingga kini.
1.Kopi Cap Kacamata
Sejak 1925, Kopi Cap Kacamata menjadi ikon kopi tertua di Bogor. Didirikan oleh Yoe Hong, seorang keturunan Tionghoa yang tinggal di kawasan Empang, Bogor, daerah yang terkenal dengan komunitas Arabnya.
Menariknya, Yoe Hong atau akrab disapa Bah Sipit mampu berbicara lancar dalam bahasa Arab, menjadikannya tokoh yang dikenal baik di lingkungan tersebut.
Produk kopi bubuknya hadir dalam berbagai ukuran, dari kemasan kecil satu seduh hingga 250 gram.
Kini, cita rasa klasik Kopi Cap Kacamata juga bisa dinikmati di kedai kopi bernama Bah Sipit, dengan harga mulai dari Rp 1.500 saja. Kombinasi sejarah panjang dan rasa otentik membuat kopi ini tetap diminati hingga kini.
2. Kopi Liong Bulan
Liong Bulan, dengan logo khas naga dan bulan sabit, mulai memproduksi kopi sejak 1945. Kopi ini tak hanya dikenal di Bogor, tapi juga tersebar luas ke berbagai daerah berkat distribusinya yang masif.
Dibangun oleh Linardi Jap, Liong Bulan terus berinovasi mengikuti zaman.
Kini, selain kopi bubuk klasik, tersedia juga varian 2-in-1, yaitu kopi hitam yang sudah dicampur gula. Produksi Liong Bulan tetap dilakukan di pabriknya di Jalan MA Salmun.
Kemasannya kini lebih modern, menggunakan plastik dan tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari sachet kecil 8 gram hingga kemasan besar 200 gram.
Rasa yang khas dan distribusi yang luas menjadikan Liong Bulan pilihan favorit banyak orang.
Pilihan kopi legendaris Bogor selanjutnya ada di halaman lain...