
Peluncuran Agroeduwisata X-Paingan
TABLOIDSINARTANI.COM, Pekalongan --- Suasana penuh sukacita tampak di wajah Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sido Mulyo saat menerima bantuan satu unit mobil operasional Isuzu Elf berpelat G 7039 XE.
Mobil ini diserahkan langsung Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavarez, SP, MSi, dalam acara peluncuran "Agroeduwisata X Paingan" di Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.
Mobil tersebut merupakan bagian dari serangkaian bantuan yang digulirkan dalam kolaborasi berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia Tegal sebagai donatur utama.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh ratusan petani, pengelola wisata edukatif, serta pejabat lintas sektor.
“Ini bukan sekadar bantuan, melainkan langkah nyata membangun integrasi antara pertanian, edukasi, dan wisata untuk memperkuat ekonomi desa,” ujar Defransisco, yang baru sehari sebelumnya dilantik sebagai Kepala Distanbun Jateng.
Defransisco, atau akrab disapa Frans, menegaskan bahwa Desa Tenogo memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan unggulan agroeduwisata di Jawa Tengah.
Program ini dirancang untuk mengangkat potensi pertanian berbasis edukasi dan pariwisata sebagai penggerak ekonomi desa.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sejumlah bantuan.
Di antaranya adalah pupuk untuk budidaya tembakau seperti NPK rendah klor sebanyak 3 ton, ZA sebanyak 3,5 ton, pupuk ZK 400 kg, SP36 400 kg, dan pupuk organik granul 1.600 kg untuk dua kelompok tani di lahan seluas empat hektare.
Selain itu, diberikan pula 500 batang bibit alpukat untuk satu kelompok tani.
Untuk mendukung budidaya kopi, disalurkan 24.000 batang entres kopi, perlengkapan seperti gunting pangkas, pisau sambung, tali, serta plastik sambung.
Diberikan juga seperangkat alat barista untuk menunjang pengolahan pascapanen, serta bantuan benih padi gogo untuk lahan kering dan mobil operasional yang telah disebutkan sebelumnya.
Seluruh bantuan ini merupakan hasil sinergi apik antara Bank Indonesia, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP), PT Perhutani KPH Pekalongan Timur, dan Distanbun Jateng.
Acara peluncuran juga ditandai dengan penanaman perdana bibit alpukat dan padi gogo oleh para pejabat bersama masyarakat.
Alpukat dipilih karena potensi ekonominya yang tinggi serta kesesuaiannya dengan kondisi lahan Desa Tenogo. Sementara padi gogo menjadi inovasi pemanfaatan lahan kering demi ketahanan pangan dan kemandirian desa.
Dalam sambutannya, Wakil Administratur Perhutani KPH Pekalongan Timur, Ari Kurniawan, menyampaikan komitmen Perhutani dalam mendukung pelestarian hutan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis agroeduwisata.
Ia menilai bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pertanian, dan pariwisata edukatif, termasuk wahana petualangan seperti jeep offroad yang dirancang bersama LMDH Sido Mulyo.
Rangkaian acara juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara berbagai pihak guna memastikan keberlanjutan kawasan agroeduwisata X-Paingan.
Harapannya, Desa Tenogo tidak hanya menjadi destinasi wisata edukatif, tetapi juga pusat pembelajaran pertanian berkelanjutan bagi generasi muda.
Acara ini turut dihadiri berbagai pejabat penting, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, perwakilan Bank Indonesia Tegal, Camat Paninggaran, Kapolsek, Danramil Paninggaran, Kepala Desa Tenogo, perwakilan kelompok tani, pelaku wisata desa, serta sejumlah mitra swasta.