Selasa, 09 Desember 2025


Ciptakan Korset Elegan, Mahasiswi ISI Surakarta Terinspirasi Keindahan Anggrek Bulan

25 Jun 2025, 13:30 WIBEditor : Herman

Korset elegan terinspirasi dari anggrek bulan

TABLOIDSINARTANI.COM, Surakarta --- Keindahan Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabli)s) tak hanya memikat mata, namun juga menginspirasi karya seni yang menawan.

Bunga nasional yang dijuluki Puspa Pesona Bangsa Indonesia ini menjadi sumber ide segar bagi Sausan Rayhanisyafa, mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dalam menciptakan karya tugas akhirnya berupa korset logam artistik.

Dengan memadukan unsur seni logam dan fashion, Sausan menghadirkan interpretasi visual Anggrek Bulan dalam bentuk asesoris busana korset berbahan plat tembaga dan benang rajut.

Karya ini bukan sekadar simbol estetika, tetapi juga mencerminkan kekayaan hayati Indonesia, mengingat varietas bunga yang diangkat berasal dari Balai Pengujian Instrumen Tanaman Hias Segunung, Cipanas, Jawa Barat. Varietas ini bahkan diresmikan sebagai bunga nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993.

Korset, yang dikenal sebagai busana penyangga tubuh agar terlihat ramping, menjadi media ekspresi Sausan dalam menggabungkan teknik seni logam dan rajut.

Melalui pendekatan yang detail dan penuh ketekunan, Sausan menghadirkan korset bertema Anggrek Bulan dengan unsur estetika yang kuat dan pengerjaan teknis yang presisi.

Proses pembuatan diawali dengan teknik tatah logam pada plat tembaga untuk membentuk elemen hias bunga.

Proses ini mencakup beberapa tahap, mulai dari pembuatan jabung (alas padat dari getah damar dan kalsit), penatahan desain, hingga pembentukan kelopak bunga melalui teknik pemukulan dan pembengkokan logam.

Setelah bentuk logam selesai, dilakukan proses pelapisan chrome agar hasil akhir tampak mengilap dan tahan karat.

Logam kemudian dipadukan dengan elemen rajutan berupa sulur dan kelopak bunga yang dibuat menggunakan benang dan teknik crochet, menjadikan ornamen terlihat hidup dan dinamis.

Dalam tahapan berikutnya, Sausan merancang pola korset menggunakan kain organza, dipotong dan dijahit sesuai ukuran tubuh.

Tak lupa, ia memasang tulangan atau boning, elemen wajib dalam struktur korset yang berfungsi membentuk siluet tubuh.

Setiap elemen hias, baik dari logam maupun rajut, dijahit secara presisi ke bagian badan korset.

Hasil akhirnya adalah sebuah karya busana yang tak hanya fungsional tetapi juga artistik—perpaduan antara struktur yang kokoh dan sentuhan flora yang lembut.

Elisa, seorang penjahit profesional sekaligus narasumber dalam proyek ini, menegaskan pentingnya keberadaan tulangan dalam korset.

“Tanpa tulangan, korset akan kehilangan bentuk dasarnya. Keputusan Sausan untuk mengintegrasikan struktur ini membuktikan ketekunan dan keseriusannya dalam berkarya,” ujarnya.

Karya Sausan bukan hanya sebuah proyek akademik, tetapi juga refleksi akan kekayaan budaya dan alam Indonesia.

Melalui reinterpretasi Anggrek Bulan dalam bentuk busana modern, ia menyampaikan pesan bahwa seni dapat menjadi medium pelestarian warisan hayati dan identitas bangsa.

Korset berhiaskan Anggrek Bulan ini menjadi bukti bahwa ketika alam dan kreativitas bersatu, lahirlah karya yang tidak hanya indah dipandang tetapi juga sarat makna. 

Reporter : Sausan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018