Sunday, 15 February 2026


Katanya Kencur Hitam Bisa Bikin Perkasa, Benarkah? Nih Penjelasan dari Ahli BRMP TROA

12 Nov 2025, 08:13 WIBEditor : Gesha

Belakangan kencur hitam ramai disebut-sebut bisa jadi “obat kuat” alami. Tapi, benarkah khasiatnya sehebat itu? Ahli dari BRMP TROA akhirnya buka fakta ilmiahnya.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Belakangan kencur hitam ramai disebut-sebut bisa jadi “obat kuat” alami. Tapi, benarkah khasiatnya sehebat itu? Ahli dari BRMP TROA akhirnya buka fakta ilmiahnya.

Belakangan nama kencur hitam (Kaempferia parviflora) ramai dibicarakan karena disebut-sebut bisa meningkatkan stamina dan gairah pria. Bahkan, banyak yang menyebutnya sebagai “obat kuat alami”. Tapi, benarkah khasiatnya sehebat itu?

Ahli dari Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP TROA), Ediningsih, punya jawabannya.

Ia menegaskan bahwa kencur hitam memang memiliki potensi afrodisiak, namun khasiatnya perlu dibuktikan lewat penelitian ilmiah, bukan hanya cerita turun-temurun.

“Secara tradisional, kencur hitam sudah digunakan untuk meningkatkan vitalitas dan menjaga kebugaran. Tapi kami di BRMP ingin membuktikan mekanisme ilmiahnya agar manfaatnya bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Ediningsih dalam Workshop Herba Medika: The New Era of Downstream, Selasa (11/11).

Menurut Ediningsih, hasil karakterisasi kimia menunjukkan bahwa kencur hitam mengandung berbagai senyawa flavonoid penting, seperti 5,7-dimethoxyflavone dan 3,3,4,5,7-pentamethoxyflavone.

Senyawa ini diketahui membantu meningkatkan aliran darah dan energi sel, efek yang secara fisiologis berperan dalam peningkatan performa dan gairah.

“Senyawa flavonoid ini bekerja mirip dengan mekanisme obat peningkat stamina modern, tapi berasal dari bahan alami dan lebih aman bila dikonsumsi sesuai dosis,” jelasnya.

Beberapa studi pendukung juga menunjukkan bahwa ekstrak kencur hitam dapat membantu menurunkan kadar stres oksidatif, meningkatkan hormon testosteron, serta memperbaiki sirkulasi darah, semuanya berkontribusi pada peningkatan vitalitas.

Riset yang dilakukan tim BRMP TROA tidak berhenti di tataran teori. Mereka telah melakukan uji in vivo pada hewan uji dengan hasil yang cukup signifikan.

Ekstrak kencur hitam terbukti meningkatkan aktivitas seksual mencit jantan, memperbaiki waktu reaksi, serta meningkatkan frekuensi dan durasi aktivitas kawin.

“Efek peningkat stamina ini muncul tanpa efek samping berat, dan hasilnya cukup stabil setelah beberapa minggu pemberian,” kata Ediningsih.

Namun ia menegaskan, uji pada manusia masih harus dilakukan sebelum produk ini bisa diklaim sebagai afrodisiak alami yang aman.

Minuman Fungsional

Sebagai tindak lanjut riset, BRMP TROA kini tengah mengembangkan minuman fungsional berbahan dasar kencur hitam.

Produk ini diformulasikan bersama bahan alami lain seperti jahe, madu, dan lemon, untuk menghasilkan rasa yang segar dan mudah diterima generasi muda.

“Kita tidak ingin hanya berhenti pada riset laboratorium. Kencur hitam punya potensi ekonomi tinggi. Kami ingin menjadikannya minuman herbal modern, bukan jamu yang rasanya ‘berat’,” tambah Ediningsih.

Minuman tersebut dikembangkan dalam bentuk stik cair praktis dan telah melalui uji organoleptik terhadap 30 panelis. Hasilnya, varian rasa madu-lemon menjadi favorit karena terasa segar dan tidak terlalu pahit.

Pengembangan kencur hitam sebagai afrodisiak alami juga didasari pada tingginya angka disfungsi ereksi di Indonesia, yang menurut data Sihombing et al. (2017) mencapai 35,6 persen pada pria dewasa.

Melihat fenomena itu, BRMP TROA berupaya menghadirkan solusi berbasis bahan alam yang aman, teruji, dan memiliki nilai tambah ekonomi.

“Kita ingin masyarakat tidak tergantung pada produk impor atau sintetis. Indonesia punya tanaman obat yang luar biasa, tinggal kita olah dengan sains,” kata Ediningsih.

Pangan Fungsional Terstandar

Riset kencur hitam saat ini sedang memasuki tahap pengujian lanjutan dan uji stabilitas produk. BRMP TROA juga berencana menggandeng universitas dan industri pangan untuk mendaftarkan produknya ke BPOM sebagai pangan fungsional afrodisiak alami.

Selain riset produk, BRMP juga menyiapkan perbanyakan tanaman kencur hitam di Kebun Percobaan Cibinong dan sejumlah daerah penghasil tanaman obat seperti Magetan dan Yogyakarta, agar pasokan bahan baku tetap stabil.

“Kami ingin riset ini punya dampak berlapis: secara ilmiah bermanfaat, secara ekonomi menguntungkan, dan secara sosial memberdayakan petani tanaman obat,” tutur Ediningsih.

Dengan bukti ilmiah yang semakin kuat, kencur hitam berpeluang menjadi bahan herbal unggulan Indonesia, bukan hanya untuk menjaga vitalitas, tapi juga sebagai pintu menuju kemandirian industri fitofarmaka dalam negeri.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018