Monday, 11 May 2026


Coconut Milk Bisa Jadi Alternatif Susu, Tapi Nutrisi Tidak Sepadan

19 Jan 2026, 13:02 WIBEditor : Gesha

Coconut milk bisa menjadi alternatif susu bagi yang intoleran laktosa atau vegan, tapi kandungan protein, kalsium, dan vitamin D-nya jauh lebih rendah dibanding susu sapi.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Coconut milk bisa menjadi alternatif susu bagi yang intoleran laktosa atau vegan, tapi kandungan protein, kalsium, dan vitamin D-nya jauh lebih rendah dibanding susu sapi.

Coconut milk kini semakin populer sebagai alternatif susu hewani, terutama di kalangan orang yang tidak toleran laktosa dan mereka yang menjalani diet vegan.

Produk ini banyak dijual dalam bentuk minuman kemasan dan kerap digunakan sebagai pengganti susu sapi dalam berbagai resep, mulai dari kopi, smoothie, hingga masakan tradisional.

Meski semakin diminati, para ahli gizi menekankan bahwa coconut milk tidak sepenuhnya setara secara nutrisi dengan susu sapi, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan harian tubuh.

Hal ini menjadi penting mengingat susu sapi merupakan salah satu sumber utama protein, kalsium, dan vitamin D bagi masyarakat.

Menurut ahli gizi Lauren Manaker, M.S., R.D.N., L.D., dan Jessica Crandall Snyder, R.D.N., dalam Futur Health, coconut milk secara alami rendah protein, kalsium, dan vitamin D, nutrisi yang secara alami terkandung banyak dalam susu sapi.

Tanpa fortifikasi, coconut milk hampir tidak menyediakan protein, sedangkan susu sapi menyediakan sekitar 8 gram protein per cangkir, yang merupakan protein lengkap penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.

“Unless it’s fortified, coconut milk lacks key nutrients like calcium, vitamin D, protein, choline and iodine, which are important for bone and brain health,” ujar Manaker.

Pernyataan ini menegaskan, meski coconut milk bisa menggantikan susu secara fungsional, dari sisi nutrisi, ia masih kalah dibandingkan susu sapi, termasuk varian bebas laktosa.

Selain protein, kalsium dan vitamin D merupakan nutrisi penting yang membedakan coconut milk dan susu sapi.

Susu sapi mengandung kalsium alami yang tinggi dan sering difortifikasi vitamin D untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi, sementara coconut milk secara alami rendah kedua nutrisi ini.

Produk coconut milk kemasan yang dijual di pasaran sering difortifikasi dengan kalsium dan vitamin D agar mendekati kandungan susu sapi, tetapi variasinya masih bergantung pada merk dan jenis produk.

Dari sisi lemak, coconut milk mengandung lemak jenuh dalam bentuk MCT (medium-chain triglycerides).

Lemak jenis ini dapat menjadi sumber energi cepat, tetapi apabila dikonsumsi berlebihan, bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL yang berisiko bagi kesehatan jantung.

Sementara itu, susu sapi memiliki komposisi lemak yang lebih seimbang tergantung jenisnya, misalnya whole milk, low-fat, atau skim milk.

Ahli gizi mencatat bahwa kandungan lemak pada coconut milk dapat membantu memberikan rasa kaya dan tekstur krimi pada minuman atau masakan, sehingga secara sensori lebih mirip susu.

Namun, kandungan lemak ini tidak menggantikan kebutuhan makronutrien utama seperti protein dan kalsium. Oleh karena itu, bagi yang mengandalkan coconut milk sebagai pengganti susu untuk nutrisi utama, perlu ada sumber tambahan yang kaya protein dan kalsium, misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, atau produk nabati yang difortifikasi.

Kelebihan Coconut Milk

Salah satu kelebihan utama coconut milk adalah bebas laktosa dan bebas protein susu sapi, sehingga cocok untuk mereka yang alergi terhadap susu hewani atau intoleran laktosa.

Hal ini membuat coconut milk menjadi alternatif yang aman bagi konsumen yang tidak bisa mengonsumsi susu sapi secara langsung.

Para pakar gizi menekankan bahwa coconut milk bisa digunakan sebagai pengganti susu secara fungsional, misalnya di kopi, teh, smoothie, bubur, atau berbagai resep masakan.

Meski demikian, coconut milk tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran susu sapi dari sisi nutrisi kecuali dikombinasikan dengan sumber protein lain dan produk yang telah difortifikasi.

Ahli gizi Lauren Manaker menyarankan, bagi orang yang memilih coconut milk sebagai pengganti susu, sebaiknya memperhatikan fortifikasi nutrisi.

Produk coconut milk kemasan yang difortifikasi dengan kalsium, vitamin D, dan vitamin B12 bisa membantu mendekati nutrisi yang biasanya diperoleh dari susu sapi.

“Coconut milk bisa menjadi bagian dari diet sehat, terutama bagi mereka yang vegan atau alergi susu sapi, tetapi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber nutrisi utama,” ujar Manaker.

Penggunaan coconut milk sebaiknya dikombinasikan dengan makanan sumber protein, misalnya kacang kedelai, almond, atau biji-bijian, untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

Selain itu, konsumsi coconut milk harus diperhatikan dari segi kalori dan lemak jenuh. Meskipun memberi rasa gurih dan kaya pada makanan, lemak jenuh dalam coconut milk bisa menambah kalori secara signifikan jika dikonsumsi berlebihan, sehingga perlu dikombinasikan dengan pola makan seimbang.

Alternatif dan Fortifikasi

Beberapa produsen coconut milk kini menawarkan produk fortifikasi kalsium dan vitamin D, bahkan ada yang menambahkan vitamin B12, protein, dan mineral lain agar lebih mendekati profil nutrisi susu sapi.

Produk-produk ini bisa menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin tetap mendapatkan sebagian nutrisi penting tanpa mengonsumsi susu hewani.

Namun, para ahli gizi menekankan bahwa baca label nutrisi dengan cermat sebelum membeli. Tidak semua produk coconut milk difortifikasi secara memadai, dan kandungan gula tambahan serta kalori juga bervariasi antar merk.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018