Jumat, 14 Desember 2018


Ke Bukit Bintang, Seperti Terbang di Langit

07 Okt 2018, 19:17 WIBEditor : Ahmad Soim

Siswa Boarding SMPIT Insantama Leuwiliang menikmati panorama wisata alam Bukit Bintang | Sumber Foto:Ahmad Soim

Gadis muda cantik dan berkulit putih bergaya di balon udara. Sebuah tempat mirip keranjang besar yang diangkat oleh banyak balon warna warna. Gadis itu bersama teman bermain dan keluarga berfoto bersama. Klik. Terlihat seperti terbang di langit dengan menggunakan balon udara.

 

Deck selfie balon udara adalah salah satu dari 32 jenis deck selfie yang terdapat di wisata alam hutan pegunungan Bukit Bintang. Wisata ini baru dibuka Januari 2018. Sekitar 20 KM dari Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Tepatnya di Desa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

 

Gunawan (34), Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang mengelola Bukit Bintang mengatakan deck selfie yang paling banyak diminati pengunjung adalah meja gantung Rangon Halimun Hills. "Meja dan kursinya bisa berjalan seolah di langit sepanjang 7 meter," katanya kepada tabloidsinartani.com.

 

Selain terdapat deck selfie, di Bukit Bintang juga terdapat saung-saung cukup besar, air terjun, tempat berkemah, outbond dan warung-warung jajanan khas desa.  

 Di depan deck selfie helikopter

"Wisata di Bukit Bintang ini menyenangkan semuanya, bisa selfie, bisa sepedahan di udara juga," kata Pasha Ghazanfar siswa boarding SMPIT Insantama Leuwiliang.

 

 Lokasi wisata ini berada hutan milik PT Perhutani seluas 50 ha berupa hutan hak pangkuan desa. "Yang kami kelola baru 10 ha," jelas Gunawan. "Kami berharap bisa mengembangkan wisata ini sekaligus melestarikan hutannya."

 

Wisata ini dibangun oleh masyarakat desa yang tergabung dalam LMDH sebanyak 120 orang. Mereka patungan membersihkan hutan dan membangun deck selfie serta berbagai fasilitas lainnya. Pendapatan dari wisata ini dibagi antara mereka dengan PT Perhutani.

 

Untuk masuk ke lokasi ini pengunjung dikenakan bea masuk Rp 15 ribu per orang. Dan untuk selfie dikenakan tarifter sendiri. Uang masuk dibagi 75 persen untuk PT Perhutani, 25 persen sisanya untuk pengelola. Sedangkan pendapatan dari deck selfi 75 persen untuk pengelola dan 25 persen untuk PT Perhutani. Som 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018