Kamis, 15 November 2018


Jaring, Kudapan Jengkol Khas Banjarmasin

26 Okt 2018, 19:30 WIBEditor : Gesha

Ini dia Jaring, kudapan khas Banjarmasin dari jengkol | Sumber Foto:ISTIMEWA

Kalsel Juga Punya Jengkol

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarmasin --- Jengkol ternyata tak hanya milik masyarakat Betawi. Bagi warga Kalimantan Selatan, jengkol ternyata jadi kudapan sehari-hari yang disebut Jaring.

Salah satu penjaja jaring terkenal di Banjarmasin adalah Kedai Jengkol Hj. Fatimah atau Jaring Dahlia. Dirinya berjualan jaring sejak kelas 3 SMP.  Keahlian mengolah jengkol ini didapat dari ibunya yang pada saat itu sudah menjadi orangtua tunggal. 

Jaring ala Hj Fatimah berbeda dengan jaring di tempat lain. Baunya tidak menyengat, namun rasanya tetap lezat. Rahasianya menurut Fatimah ada pada proses perendaman. 

Proses pengolahan jaring khas Banjar dimulai dengan membersihkan jengkol pilihan yang sudah cukup tua, lalu direndam dalam air. Setelah itu jengkol direbus hingga empuk, sekitar empat jam, lalu dipipihkan.

Sementara untuk bumbunya, yang disebut tahilala diperlukan santan dalam jumlah banyak. Santan, diaduk di atas panci besar, ditambah gula dan garam, lalu diaduk sekitar tiga jam hingga mengental. Rasanya gurih, sedikit manis.

Jaring atau jengkol rebus yang sudah dipipihkan kemudian dimakan bersama bumbu tahilala sebagai cocolan. 

Setiap hari, Fatimah bisa menghabiskan jengkol sampai 200 kg. Pasokan bahannya datang dari Purukcahu, Pangkalanbun Kalimantan Tengah. Juga ada dari Kotabaru dan Berau Kalimantan Timur.

Tak heran jika dalam waktu lima hingga 10 hari, Fatimah dapat megolah dan menjajakan satu ton jengkol.

Jaring dan tahilala racikannya ia jual Rp10 ribu per bungkus. Isinya sekitar 10 jengkol dan seplastik tahilala.

Reporter : YN
BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018