Rabu, 12 Desember 2018


Percantik Diri Sebelum Kontes, Ikan Cupang Masuk Salon

14 Nov 2018, 17:14 WIBEditor : Gesha

Cupang hias sebelum dilombakan biasanya masuk salon untuk mempercantik diri | Sumber Foto:ISTIMEWA

Meskipun kontes mensyaratkan keindahan alami, cupang hias sering dipercantik

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Keindahan sirip ikan cupang tentu saja menarik decak kagum orang. Lenggak lenggok gerakannya juga membuat betah berlama-lama. Ternyata, sebagian besar penghobi kerap memasukkan cupang kesayangan ke salon sebelum kontes. 

"Kalau ikan cupang biasanya sebelum kontes diberikan perawatan salon berupa merapikan sirip dan ekor agar terlihat rapi, bulat dan indah," kata pembina pembudidaya ikan Sentra Promosi dan Pemasaran Ikan Hias yang juga Kepala Seksi Perikanan Administrasi Jakarta Barat, Defi Lidya.

Bagi masyarakat penghobi, ikan hias bernama Cupang ini pastinya menjadi favorit segala usia. Setidaknya ada dua jenis cupang yang disukai masyarakat yakni cupang aduan dan cupang hias.

“Cupang hias biasanya yang dilihat itu warna dan bentuk siripnya. Ada yang jenis halfmoon, Serit, Giant, Lavender, Dragon, Butterfly dan Plakat. Nah, karena keindahan siripnya itulah cupang hias ini sering dikonteskan,” tambah Defi.

Mereka (penghobi) memasukkan ke salon hanya untuk menyempurnakan penampilan mereka saja, sebab proporsional tubuh dan sirip hanya  bisa dilakukan dengan perawatan yang baik. Salah satu penghobi yang sering memasukkan cupang hiasnya ke salon khusus ikan adalah Fernand Pramono.

“Kemampuan untuk menata sirip di cupang sebenarnya bisa dilakukan oleh penghobi sendiri. Tapi tidak semua penghobi bisa dan mau untuk melakukannya. Ada yang kasihan  atau enggak tega dengan ikannya, ada pula yang memang enggak bisa dan akhirnya malah buat berantakan,” tuturnya.

Fernand biasanya hanya melakukan perawatan sirip sehari-hari di salon ikan cupang langganannya di daerah Slipi, Jakarta. “Biasanya sih saya cuma cukur ekor yang lebih atau rusak saja. Murah kok, hanya kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu,” ungkapnya.

Meskipun begitu di beberapa kontes, penghobi yang melakukan perombakan besar-besaran di salon cupang akan langsung didiskualifikasi. “Kalau manusia, seperti melakukan operasi plastik. Itu baru kena diskualifikasi. Kalau hanya sekedar potong kelebihan bulu ekor saja tidak apa-apa. Hitung-hitung tampil menawan dan menggoda,” tuturnya.

Bahkan Fernand mengakui setelah ikan cupang hiasnya dirapikan di salon, penghobi biasanya lebih percaya diri menampilkan cupang hias miliknya. "Bahkan ada yang sampai menang terus. Ibaratnya, cantiknya menggoda mata juri," kelakarnya.

 

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018