Friday, 07 May 2021


Pengungsi Bencana Tsunami Selat Sunda Perlukan Rumah Tinggal

30 Dec 2018, 08:49 WIBEditor : Ahmad Soim

Diperlukan waktu 3 jam perjalanan dari Ibukota Kecamatan Sumur yang hanya berjarak 20 km ke Desa Paniis di kecamatan ini | Sumber Foto:dok tabloidsinartani.com

“Saya nggak berani foto karena sedih melihat kondisi di sana,” tambahnya.

 

 TABLOIDSINARTANI.COM - Pengungsi bencana tsunami selat Sunda yang menerjang Kawasan Provinsi Banten dan Lampung memerlukan rumah tinggal dan pemulihan kegiatan ekonomi.

 

M Noerrobah Aktivis Tim Relawan Bogor Raya mengatakan selama tiga hari dari tahapan pertama sejak bencana ini terjadi pada Sabtu (22/12) hampir semua kurban tsunami ini telah mendapatkan bantuan makanan, pakaian dan kesehatan.

 

“Pada tahap pertama, kebanyakan Tim Relawan telah memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, pakaian dan alat bantu evakuasi sederhana,” tambahnya kepada tabloidsinartani.com

 

Selama tiga hari di lokasi bencana, di antaranya di Kampung Paniis,  Desa Taman Jaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang, Banten, Noerrobah yang juga alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan desa ini adalah adalah termasuk lokasi yang ekstrem.

 

BACA JUGA:

> Selama 4 Tahun 385.170 Unit Alsintan Digelontorkan ke Petani

> Menteri Amran Pertanian Alami Transformasi Besar Dalam 4 Tahun

> Inilah hasil program terobosan Kementerian Pertanian dalam 4 Tahun Terakhir

 

 Lokasi tersebut meski tidak jauh dari Kecamatan Sumur, hanya kurang lebih 20 KM namun diperlukan waktu 3 jam untuk sampai lokasi dengan menggunakan kendaraan roda empat. “Kondisinya ekstrim dan jalannya rusak berat,” ungkapnya.

 

Tim Relawan Bogor Raya akan kembali ke lokasi tersebut untuk mencari ikhtiar membangun rumah tinggal dan memulihkan kegiatan ekonomi penduduk. “In sya Alloh sekarang Tim Relawan kami sedang bergerak untuk tahap dua dengan target membangun 2 unit rumah sederhana ukuran 6x 6 meter persegi di kampung daerah terpencil areal taman nasional ujung kulon.

 

Ada tiga lokasi yang menjadi target bantuan tim relawan ini karena daerah tersebut berada di ujung kawasan taman nasional Ujung Kulon, yang kondisi jalanya extreem sehingga hanya relawan yang siap lahir bathin yang siap sampai tujuan.

 

“Saya nggak berani foto karena sedih melihat kondisi di sana,” tambahnya.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018