Sabtu, 25 Mei 2019


Komunitas Hi-Jo, Wadahi Penghobi Hidroponik Seantero Yogyakarta

03 Jan 2019, 18:21 WIBEditor : GESHA

Fieldtrip bagi penghobi pemula | Sumber Foto:Komunitas Hi-Jo

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Perkembangan penghobi hidroponik di Yogyakarta ternyata cukup pesat. Beragam group di jejaring sosial bermunculan mewadahi penghobi budidaya sayuran dengan teknik tanam hidroponik ini. Salah satu komunitas tersebut adalah Hidroponik Jogja (Hi-Jo).

Masyarakat Indonesia sudah lama mengenal sistem hidroponik sebagai inovasi budidaya sayur dan buah dengan menggunakan media air. Namun beberapa tahun terakhir, peminat budidaya ini semakin meningkat lantaran permintaan buah dan sayur organik yang juga naik.

Dahulu, penghobi hidroponik hanya mengandalkan informasi dari buku panduan yang diterbitkan oleh dinas terkait. Sekarang, penghobi biasanya berkumpul secara langsung maupun lewat dunia maya dalam beragam komunitas.

Salah satu komunitas yang tengah aktif adalah komunitas Hi-Jo (Hidroponik Jogja) yang kini memiliki sekitar 5000 anggota dalam akun facebook. “Dari jumlah tersebut, sekitar seratus hingga dua ratus anggota komunitas serius menekuni hobinya, beberapa anggota telah memiliki kebun hidroponik sendiri, selebihnya masih dalam taraf sekedar tertarik saja,” kata ketua Komunitas Hi-Jo, Bayu Widhi Nugroho.

Secara rutin dijadwalkan mengadakan pertemuan di darat (kopdar) sekadar kumpul-kumpul maupun mengadakan pelatihan. “Kegiatan wujud pelatihan seputar hidroponik, paling tidak kami usahakan setiap tiga bulan sekali,” jelas Bayu.

Menurut catatan komunitas Hi-Jo, setiap tahunnya peminat hidroponik semakin banyak. sebab sistem ini tidak membutuhkan lahan luas untuk bercocoktanam. Hasil dari panenan minimal dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, namun jika berlebih dapat dijualbelikan.

Meskipun komunitas Hi-Jo baru terbentuk 2014 yang lalu, beragam event kopdar (kopr darat) dan pelatihan telah sukses dibuat. Tak hanya itu, komunitas ini pun telah banyak diundang menjadi narasumber berbagai lembaga.

“Beberapa kali kami meminjam Balai Besar Latihan Ketransmigrasian Pemda Sleman untuk mengadakan pelatihan hidroponik. Kebetulan instansi tersebut juga memiliki program sejenis," kata Bayu.

Selain kopdar antar anggota, komunitas Hi-Jo pun selalu memberikan beberapa tutorial dari pakar hidroponik. “Kita buat grup di facebook dengan harapan bisa komunikatif antara penghobi dan praktisi. Sehingga penghobi tak segan untuk bertanya dan praktisi menjawabnya. Sehingga terjadi pertukaran pengalaman dan ilmu,” tutur Bayu.

Bertukar Pengalaman

Diakui oleh salah satu penghobi dan anggota komunitas Hi-Jo, Ratno Bendoel bertukar pengalaman menjadi guru yang sangat penting untuk bisa menekuni hobi hidroponik.

“Di dalam komunitas banyak sekali praktisi hidroponik yang sudah berhasil. Tips dan triknya sangat mudah dipraktekkan. Semakin semangat untuk belajar hidroponik,” tuturnya.

Praktisi hidroponik asal Wonogiri, Heru Agus Hendra menuturkan manfaat penting yang dapat diperoleh dengan menerapkan hidroponik. Selain produksi tanaman lebih tinggi, manfaat lainnya seperti  tanaman dapat tumbuh lebih cepat, pemakaian pupuk lebih hemat dan peluang terserang hama/penyakit lebih rendah.

“Kualitas daun, bunga atau buah juga lebih sempurna dan tidak kotor. Ditambah lagi pengerjaannya lebih mudah dan tidak memerlukan banyak biaya maupun waktu,” jelasnya.

Ditambahkan Heru, jika ingin mengikuti konsep seperti di Jepang, media tanam wujud pasir dan kerikil cocok digunakan untuk tanaman hias dan bonsai, misalnya kamboja dan kaktus. Sedangkan media tanam wujud spon dan air bernutrisi cocok untuk sayuran, apotik hidup dan bunga hias.

Tanaman sayuran antara lain jenis kangkung, sawi, terung, tomat, selada dan cabe. Nutrisi yang dicampurkan air antara lain dapat dibeli di kios-kios pertanian maupun beberapa praktisi budidaya tanaman hidroponik.

“Semakin rutin kita menerjuni hidroponik, akan semakin menyenangkan dan piawai mengatasi kendala yang menghadang,” ungkapnya.

Reporter : NATTASYA
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018