Sabtu, 25 Mei 2019


Ricki dan Offie, Bangun Kesadaran Masyarakat Mengonsumsi Ayam dan Telur

09 Jan 2019, 10:57 WIBEditor : Yulianto

Duta Ayam dan Telur (Ricky dan Offie) saat acara Bakpia di gedung PIA Kementan, Jakarta | Sumber Foto:Fitri

Konsumsi ayam dan telur di Indonesia masih minim dan rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Keadaan gizi masyarakat merupakan penunjang kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi. Keadaan gizi masyarakat yang ideal dapat dipenuhi tidak hanya dengan tingginya produksi pangan, tetapi juga kesadaran masyarakat sendiri tentang pentingnya pemenuhan gizi.

Pemilihan Duta Ayam dan Telur pun dilakukan sebagai wujud peningkatan kesadaran masyarakat khususnya sumber protein hewani dari daging ayam dan telur. Duta Ayam dan Telur periode 2018-2021 terpilih adalah Offie Dwi Natalia dan Andi Ricki Rosali.

Kedunya mempunyai latar belakang yang berbeda. Ricki selama ini memang menggeluti bisnis peternakan. Sedangkan Offie yang mempunyai latar belakang psikolog. Namun, sebagai Duta Ayam dan Telur keduanya mempunyai visi misi yang sama yaitu meningkatkan konsumsi protein hewani daging ayam dan telur masyarakat Indonesia.

Offie dan Ricki yang ditemui di acara Bincang Asik Pertanian Indonesia (BAKPIA) dI Jakarta, Selasa (8/1) mengatakan, saat ini konsumsi ayam dan telur di Indonesia masih  minim dan rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia. Target awal mereka yaitu menginginkan konsumsi daging ayam dan telur di Indonesia minimal setara dengan negara tetangga. 

“Kami sebagai Duta Ayam dan Telur di Indonesia yang tentunya juga sebagai generasi muda ingin terlibat secara aktif mengkampanyekan atau kegiatan lainnya dengan masyarakat baik yang dewasa maupun yang tua untuk terus mengkonsumsi daging ayam dan telur sebagai sumber protein hewani”, ujar Offie.

Ricki juga menambahkan bahwa saat ini ketersediaan sumber protein hewani yang paling mudah  yaitu daging ayam dan telur. Bahkan saat ini hasil produksi peternakan di Indonesia juga sudah sanggup untuk melakukan kegiatan ekspor, baik itu dalam produk daging ayam utuh maupun dalam produk olahan ayam.

Kegiatan sebagai Duta Ayam dan Telur tentunya dengan melibatkan berbagai macam stakeholder untuk mengadakan berbagai acara. Mislanya, kegiatan pameran, seminar maupun sosialisasi di sekolah-sekolah. Selain itu mereka juga telah melakukan kunjungan di peternakan ayam di Bali.

Ricki dan Offie mengatakan, sosial media menjadi media utama mereka dalam mengkampanyekan konsumsi daging ayam dan telur. Di era kini, sosial media memang sangat mudah di akses dan mempunyai jangkauan yang luas, sehingga target masyarakat luas dapat tercapai.

“Kami berharap kesadaran masyarakat Indonesia akan konsumsi daging ayam dan telur dapat meningkat, karena hal ini tentunya dapat meningkatkan keadaan gizi masyarakat Indonesia,” kata Ricki dan Offie.

 

Reporter : Putri Yudhia
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018